Makau, VIVA – Gemerlap lampu gedung, deretan hotel megah, dan kasino kelas dunia selama ini menjadi gambaran yang melekat pada Makau. Namun, di balik kemewahan tersebut, wilayah administratif khusus China ini menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih beragam, mulai dari menyusuri lorong-lorong kota tua hingga menikmati ruang hijau dan atraksi budaya tanpa biaya masuk.
VIVA berkesempatan langsung mendapatkan perjalanan bersama AirAsia selama empat hari di Makau memperlihatkan bahwa daya tarik kota ini tidak hanya terletak pada hiburan modern. Sejarah, perpaduan budaya China dan Portugis, kuliner khas, serta kehidupan masyarakat lokal turut membentuk pengalaman perjalanan yang menarik.
Dalam laporan menggambarkan pengalaman menjelajahi berbagai sudut Makau, mulai dari Taipa Village, Guia Hill, dan reruntuhan St. Paul’s hingga Coloane. Bahkan ada sejumlah destinasi gratis yang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin berlibur dengan anggaran lebih terukur.
Menyusuri Taipa, Menikmati Makau dari Sudut Lokal
Perjalanan dapat dimulai dari Taipa Village, kawasan yang menawarkan suasana berbeda dibandingkan kompleks resor modern Makau. Di sini, jalan-jalan sempit, bangunan lama, toko kecil, dan restoran menghadirkan gambaran kehidupan kota yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat setempat.
Salah satu titik yang menarik untuk disambangi adalah Rua do Cunha atau Cunha Street. Kawasan pejalan kaki ini dikenal dengan deretan toko makanan, restoran, serta penjual oleh-oleh. Berbagai camilan khas, seperti kue almond dan egg roll, dapat ditemukan di sepanjang jalan.
Pengunjung tidak perlu membayar tiket untuk menikmati suasana kawasan tersebut. Pengeluaran baru diperlukan apabila ingin mencicipi makanan atau membeli buah tangan.
Tak jauh dari kehidupan lokal Taipa, Mercado de Taipa juga menjadi bagian menarik untuk mengenal sisi kuliner dan kreativitas kawasan ini. Perpaduan pasar, tempat makan, dan lingkungan permukiman membuat perjalanan terasa lebih berwarna, terutama bagi wisatawan yang ingin melihat Makau di luar citra kota kasino.
Landmark Bersejarah yang Bisa Dinikmati Gratis
- VIVA/Muhammad Thoifur
Bergeser ke pusat kota, perjalanan belum lengkap tanpa mengunjungi Ruins of St. Paul’s. Bangunan ini merupakan salah satu landmark paling dikenal di Makau, dengan fasad batu megah yang menjadi sisa kompleks Gereja Mater Dei dan Kolese St. Paul.





