Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyiapkan 300 personel Brigade Mobil (Brimob) untuk memperkuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), guna melindungi habitat satwa dilindungi.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana saat rapat koordinasi karhutla di Palembang, Kamis, mengatakan personel yang disiapkan terdiri atas 200 personel bantuan kendali operasi (BKO) Mabes Polri dan 100 personel Brimob Polda Sumsel.
"Kami mengambil keputusan untuk menggerakkan personel yang fokusnya untuk pemadaman ke titik OKI karena kita tidak bisa mengesampingkan arah angin," katanya.
Baca juga: Operasi modifikasi cuaca berjalan intens di Kalbar, Kalteng, Sumsel
Ia menjelaskan pengerahan personel tersebut juga mempertimbangkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai arah angin dari tenggara dan timur yang membawa asap karhutla di OKI menuju Kota Palembang.
Ratusan personel tersebut akan memperkuat pemadaman darat di tujuh posko aktif Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di kawasan SM Padang Sugihan, terutama di titik rawan kebakaran seperti TP950, TP947, dan Posko Pangkalan Jirambah.
Rony mengatakan penempatan personel akan dikoordinasikan dengan BKSDA untuk menyesuaikan kebutuhan pemadaman di lapangan, termasuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan.
Selain itu, Polda Sumsel mengerahkan sekitar 100 personel dari sejumlah polres yang wilayahnya memiliki potensi karhutla lebih rendah untuk membantu pemadaman darat di OKI.
Penambahan tersebut melengkapi 1.066 personel Polri yang telah berada di lapangan, serta dukungan tambahan dari Kapolri berupa 206 personel Brimob dan 11 personel dari bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes).
Menurut Rony, pemadaman karhutla di SM Padang Sugihan menghadapi kendala berupa berkurangnya sumber air dan lokasi titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan.
Baca juga: Manggala Agni fokuskan pemadaman karhutla empat daerah di Sumsel
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim pemadam darat telah menyiapkan 329 gulung selang pemadam dengan panjang masing-masing 30 meter serta tangki air darurat atau collapsible tank sebagai tempat penampungan dan pasokan air.
Ia mengatakan kondisi lahan yang sangat kering juga berpotensi memunculkan kembali titik api di lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan.
"Titik kebakaran di kawasan suaka ini adalah titik yang tadinya sudah dipadamkan, tapi karena kering luar biasa, kayu bergesek bisa menimbulkan sumber api baru," ujarnya.
Selain pemadaman darat, upaya penanganan karhutla juga didukung operasi pengeboman air atau water bombing sebanyak lima sorti.
Rony menegaskan Polda Sumsel terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui edukasi kepada masyarakat, patroli pencegahan, serta penegakan hukum bersama kejaksaan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Semua komponen bangsa yang ada di Sumatera Selatan ini harus bergerak bersama-sama untuk menanggulangi karhutla dari semua lini," katanya.
Baca juga: BNPB habiskan 2,4 ton dry ice untuk atasi asap karhutla Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana saat rapat koordinasi karhutla di Palembang, Kamis, mengatakan personel yang disiapkan terdiri atas 200 personel bantuan kendali operasi (BKO) Mabes Polri dan 100 personel Brimob Polda Sumsel.
"Kami mengambil keputusan untuk menggerakkan personel yang fokusnya untuk pemadaman ke titik OKI karena kita tidak bisa mengesampingkan arah angin," katanya.
Baca juga: Operasi modifikasi cuaca berjalan intens di Kalbar, Kalteng, Sumsel
Ia menjelaskan pengerahan personel tersebut juga mempertimbangkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai arah angin dari tenggara dan timur yang membawa asap karhutla di OKI menuju Kota Palembang.
Ratusan personel tersebut akan memperkuat pemadaman darat di tujuh posko aktif Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di kawasan SM Padang Sugihan, terutama di titik rawan kebakaran seperti TP950, TP947, dan Posko Pangkalan Jirambah.
Rony mengatakan penempatan personel akan dikoordinasikan dengan BKSDA untuk menyesuaikan kebutuhan pemadaman di lapangan, termasuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan.
Selain itu, Polda Sumsel mengerahkan sekitar 100 personel dari sejumlah polres yang wilayahnya memiliki potensi karhutla lebih rendah untuk membantu pemadaman darat di OKI.
Penambahan tersebut melengkapi 1.066 personel Polri yang telah berada di lapangan, serta dukungan tambahan dari Kapolri berupa 206 personel Brimob dan 11 personel dari bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes).
Menurut Rony, pemadaman karhutla di SM Padang Sugihan menghadapi kendala berupa berkurangnya sumber air dan lokasi titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan.
Baca juga: Manggala Agni fokuskan pemadaman karhutla empat daerah di Sumsel
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim pemadam darat telah menyiapkan 329 gulung selang pemadam dengan panjang masing-masing 30 meter serta tangki air darurat atau collapsible tank sebagai tempat penampungan dan pasokan air.
Ia mengatakan kondisi lahan yang sangat kering juga berpotensi memunculkan kembali titik api di lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan.
"Titik kebakaran di kawasan suaka ini adalah titik yang tadinya sudah dipadamkan, tapi karena kering luar biasa, kayu bergesek bisa menimbulkan sumber api baru," ujarnya.
Selain pemadaman darat, upaya penanganan karhutla juga didukung operasi pengeboman air atau water bombing sebanyak lima sorti.
Rony menegaskan Polda Sumsel terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui edukasi kepada masyarakat, patroli pencegahan, serta penegakan hukum bersama kejaksaan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Semua komponen bangsa yang ada di Sumatera Selatan ini harus bergerak bersama-sama untuk menanggulangi karhutla dari semua lini," katanya.
Baca juga: BNPB habiskan 2,4 ton dry ice untuk atasi asap karhutla Sumsel





