Bus listrik hibah Korsel untuk Trans Sarbagita segera diuji coba di Bali

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Denpasar (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Bali menyeleksi perusahaan operator untuk mengelola 11 bus listrik hibah sebelum menjalani uji coba layanan angkutan umum Trans Sarbagita hingga Desember 2026.

“Bus dalam arti ini di bawah pengelolaan Dishub, tetapi operatornya tentu nanti kami akan pilih dari perusahaan operator bus,” kata Kepala Dishub Bali Kadek Mudarta di Denpasar, Kamis.

Mudarta mengatakan pengemudi dari perusahaan operator terpilih wajib mengikuti pelatihan khusus sebelum mulai bertugas. Setelah operator ditetapkan, masa uji coba bus listrik akan dimulai dengan layanan gratis bagi penumpang hingga Desember 2026.

“Selama masa uji coba belum bertarif, tetapi kalau nanti selesai masa uji coba dan busnya sudah menjadi pelat kuning, kita berlakukan tarif sama seperti Trans Sarbagita atau Trans Metro Dewata Rp4.400,” ujarnya.

Meski layanan masih gratis selama uji coba, penumpang tetap diwajibkan melakukan transaksi nontunai menggunakan kartu elektronik. Ketentuan tersebut diterapkan untuk mendukung pertanggungjawaban serta pendataan jumlah penumpang.

Mudarta menjelaskan proses perubahan status legalitas armada juga masih berlangsung. Saat ini, bus tersebut menggunakan pelat merah karena masih berada di bawah pengelolaan Dishub Bali dan selanjutnya akan diproses menjadi kendaraan angkutan umum berpelat kuning.

Baca juga: Dishub Bali uji coba 11 bus listrik Trans Sarbagita Oktober 2026

Sebanyak 11 unit bus listrik yang disiapkan merupakan hibah dari Global Green Growth Institute (GGGI), lengkap dengan fasilitas pengisian daya.

Berdasarkan kajian teknis, seluruh armada akan dialokasikan untuk melayani Koridor I Trans Sarbagita dengan rute GOR Ngurah Rai menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK). Sejumlah bus tetap disiapkan sebagai armada cadangan untuk menjaga kelancaran layanan.

Stasiun pengisian daya disiapkan di kantor Dishub Bali untuk penggunaan pada malam hari dan di kawasan GOR Ngurah Rai pada siang hari.

Setiap bus memiliki kapasitas 20 tempat duduk dan 10 penumpang berdiri. Menurut Mudarta, kendaraan tersebut mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dengan baterai terisi penuh.

Baca juga: Dishub Bali gantikan TMD dengan Trans Sarbagita

Untuk mendukung operasional awal, biaya perawatan seluruh bus listrik selama satu tahun pertama ditanggung oleh produsen kendaraan.

Mudarta menjelaskan kehadiran bus listrik tidak serta-merta menggantikan bus konvensional yang selama ini melayani masyarakat melalui Trans Sarbagita maupun Trans Metro Dewata.

Pengoperasian bus listrik tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan teknologi transportasi rendah emisi sekaligus mendorong penggunaan angkutan umum yang lebih ramah lingkungan.

Ia mengajak masyarakat mencoba dan membiasakan diri menggunakan bus listrik setelah operator ditetapkan dan layanan mulai beroperasi.

Baca juga: Dishub Bali imbau masyarakat gunakan transportasi umum

Baca juga: Pemprov Bali kembali operasikan angkutan Trans-Sarbagita


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Munafri Calon Tunggal di Musda V DPD Demokrat Sulsel
• 15 jam lalucelebesmedia.id
thumb
PREVIEW Persik Vs PSS: Macan Putih Waspadai Ancaman Pemain Asing Super Elja
• 22 jam laluberitajatim.com
thumb
Ruben Onsu Minta Komnas Anak Perhatikan Kasus yang Lebih Memprihatinkan
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Sabet Juara Umum SSS 2026 di Mandalika, Nadeem Rustombi Siap Rambah Balap Formula Eropa
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Budget Hemat Liburan di Makau! Ada Deretan Destinasi Wisata Tanpa Tiket Masuk Menawarkan Pengalaman Berbeda
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.