Malaysia dan Thailand Beri Peringatan soal Eropa, Bagaimana dengan RI?

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Seseorang mengangkat lengannya di tengah kerusuhan sipil, sehari setelah hari demonstrasi nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar, di Paris, Prancis, 18 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Jakarta, CNBC Indonesia - Thailand meminta warganya menunda perjalanan yang tidak mendesak ke sejumlah wilayah Eropa yang dilanda gelombang demonstrasi. Malaysia juga mengeluarkan imbauan serupa kepada warga negaranya yang berencana mengunjungi Prancis.

Adapun Prancis tengah menghadapi salah satu gelombang kerusuhan jalanan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, di tengah aksi demonstrasi besar-besaran yang dipicu persoalan biaya hidup. Bentrokan dalam skala lebih kecil juga terjadi di Italia dan Belgia, sementara aksi protes mulai mengemuka di Spanyol dan Portugal.

Dilansir AFP, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan, warga Thailand yang bepergian ke Eropa perlu terus memantau perkembangan situasi yang berubah dengan cepat, terutama di Prancis.


Baca: Chaos! Demo Kian Panas, Pemerintah Tuduh ada Campur Tangan Asing

"Warga yang bepergian dari Thailand ke Eropa harus memantau situasi dengan saksama karena kondisinya berubah dengan cepat dan Prancis masih menjadi perhatian karena situasinya masih berlangsung," kata Sihasak kepada wartawan pada Rabu (21/10/2026) malam, saat melakukan kunjungan ke Italia.

Ia juga menyoroti aksi protes di Italia. Menurutnya, pertemuan bilateral dengan mitra sejawatnya dari negara tersebut terpaksa dibatalkan karena ada rapat kabinet mendesak untuk membahas kerusuhan yang terjadi.

"Kami juga khawatir dengan Spanyol," ujarnya.

Sihasak menyarankan warga Thailand untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka ke negara-negara yang tengah dilanda gejolak tersebut.

"Jika tidak mendesak, dengan semua yang sedang terjadi di negara-negara itu, menurut saya lebih baik menunda perjalanan untuk sementara waktu," katanya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Malaysia di Paris pada Minggu telah mengimbau warga Malaysia yang berada di Prancis agar meningkatkan kewaspadaan menyusul gelombang demonstrasi.

Baca: Ada "Bismillah" di Demo Besar-besaran Prancis, Jadi Slogan Resmi

"Dengan tetap tidak adanya pembatasan perjalanan ke Prancis, warga Malaysia disarankan mempertimbangkan untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak hingga situasi membaik," demikian pernyataan kedutaan.

China juga mengingatkan warganya yang hendak bepergian ke Prancis agar mengambil langkah-langkah pencegahan demi keselamatan. Peringatan tersebut dilaporkan stasiun televisi pemerintah CCTV pada Senin, setelah sejumlah kantor pemerintahan daerah dan toko dijarah serta dibakar pada akhir pekan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir Christiawan Nasir mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Eropa. Dia mengimbau agar warga negara Indonesia (WNI) tetap fokus pada tugas dan keseharian mereka.

"Bagi warga negara Indonesia yang ada di Eropa, tentunya kita meminta kepada mereka untuk berhati-hati, menjaga diri, dan tidak ikut-ikut campur dengan urusan politik yang berkembang di sana," katanya.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Viral Seruan Boikot Produk RI di Malaysia,Pemerintah Buka Suara

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei Voxpol: 63,1% Publik Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Dari Tambang ke Industri, Ini Ekosistem PTBA dalam Program Hilirisasi Nasional
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Sudah Persembahkan Dua Medali Emas Asian Para Games 2026, Maulana Rifky Kembali Tambah Perolehan Medali Indonesia Hari Ini
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Andi Azwan Ungkap Alasan Kembali Ungkit Kasus Payment Gateway Denny Indrayana
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
KDM Siapkan Rp 250 Ribu Per Hari Bagi Warga yang Bantu Padamkan Karhutla di Ciremai
• 9 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.