Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat sedang mengalami technical rebound. Meski momentum jangka pendek mulai membaik, posisi indeks masih berada di bawah area resistance penting dan masih jauh di bawah rata-rata pergerakan menengahnya.
"Sehingga kenaikan saat ini lebih tepat dikategorikan sebagai relief rally daripada konfirmasi pembalikan tren utama," ujar tim analis dari Growin oleh Mandiri Sekuritas, Jumat, 23 Oktober 2026.
Analisis tersebut menjelaskan, dalam jangka pendek, area 5.400-5.500 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lanjutan. Sedangkan level 5.200-5.250 menjadi support penting yang harus dipertahankan.
IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini terpantau menguat tipis. IHSG masih bertahan di level 5.400. Mengacu data RTI, Jumat, 23 Oktober 2026, IHSG naik 12,612 poin atau setara 0,24 persen ke posisi 5.403 pada pukul 09.06 WIB. Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat berada di posisi 5.397.
Sementara itu, IHSG sempat berada di level terendah yaitu 5.366. Sedangkan untuk level tertinggi adalah 5.410. Total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 3,345 miliar lembar senilai Rp1,146 triliun.
Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Baca Juga :
Cek Saham-saham Pilihan saat IHSG Diproyeksi Bergerak SidewaysBerikut rekomendasi saham Jumat, 23 Oktober 2026: 1. BBRI: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Speculative buy. BBRI memantul kuat dari area support channel turun disertai lonjakan volume, dalam jangka pendek masih berpeluang untuk rebound. Adapun target harga berada di level Rp2.970 per saham.
2. DEWA: PT Darma Henwa Tbk
Speculative buy. DEWA berusaha bangkit dari area support, dalam jangka pendek masih berpeluang untuk rebound. Adapun target harga berada di level Rp266 per saham.
3. AMMN: PT Amman Mineral Internasional Tbk
Buy. AMMN berusaha bangkit dari area support, dalam jangka pendek masih berpeluang untuk rebound. Adapun target harga berada di level Rp4.050 per saham.




