jakarta.jpnn.com - Presiden Prabowo Subianto mencurigai beberapa perusahaan asing terlibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Menurut Prabowo, perusahaan-perusahaan itu menerima konsesi dan mengantongi izin usaha di Indonesia.
BACA JUGA: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Fondasi Ekonomi Menguat, Investasi Terus Tumbuh
Prabowo menyebut ada perusahaan-perusahaan yang ditemukan telah melanggar aturan hingga 19 kali.
"Ternyata, ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab,” kata Prabowo, Kamis (22/10).
BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta KSP Listyo Sigit Kawal Program Strategis Pemerintah
Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan perusahaan-perusahaan tersebut sudah diberi konsesi selama belasan tahun.
“Ada yang melanggar tiga kali, empat kali, melanggar tiga kali, empat kali. Ada yang belasan kali,” kata Prabowo.
BACA JUGA: Ketum DPP FOKSI: 2 Tahun Asta Cita Prabowo, Kemajemukan Jadi Kekuatan Kemajuan Bangsa
Prabowo Subianto berharap ke depan tidak ada pelanggaran lagi.
“Kalau dua kali melanggar, cabut saja (izinnya)," kata Presiden Prabowo.
Walaupun demikian, Presiden belum ingin menyebutkan nama-nama perusahaan yang terindikasi ikut menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Nanti, pada saatnya kita umumkan nama-nama itu," ujar Presiden Prabowo. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




