Pasuruan (beritajatim.com) – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan terus melakukan terobosan ekspansi unit bisnis secara inovatif.
Berawal dari pengelolaan dua unit gerai ritel, pihak pengelola koperasi berhasil memutar modal usaha untuk merambah potensi komoditas pertanian unggulan daerah.
Langkah perluasan bisnis ini diwujudkan melalui pengadaan sewa lahan perkebunan mangga seluas 2,5 hektar dengan nilai sewa Rp15 juta per tahun. Pengembangan sektor kebun ini ditujukan untuk merespons tingginya permintaan para pengunjung minimarket ritel KDMP terhadap buah khas Pasuruan.
“Awalnya kita berbisnis di dua unit gerai, lalu dari keuntungan itu modalnya kita putar untuk pengembangan karena di sini potensinya mangga dan banyak pengunjung minimarket yang menanyakan ketersediaan buah tersebut. Dari peluang bisnis itu, kami menyewa kebun mangga seharga Rp15 juta per tahun untuk dijadikan ikon bahwa KDMP Wonokerto turut menyediakan potensi unggulan Kabupaten Pasuruan yaitu mangga alpukat,” kata Kepala Desa Wonokerto, Sugik, Jumat (23/10/2026).
Sugik menjelaskan bahwa saat memasuki musim panen raya, kebun mangga yang dikelola oleh pengurus koperasi mampu menghasilkan pendapatan harian yang cukup fantastis. Penjualan buah segar dari area kebun tersebut mencatatkan omset berkisar antara Rp2 juta hingga Rp2.600.000 per hari.
Keberhasilan ekspansi kebun mangga alpukat jenis gadung ini dikelola secara profesional di lapangan oleh petugas bernama Pak Pur dan Bu Siti. Berdasarkan pencatatan buku kas, omset harian yang menyentuh Rp2,4 juta hingga Rp2,7 juta mampu menyumbang pendapatan kotor rata-rata Rp64 juta per bulan.
“Aset kebun seluas 2,5 hektar ini disewa Rp15 juta per tahun dan ternyata pembukuannya sangat rinci serta transparan. Saat panen, omset harian dari pengelolaan Pak Pur dan Bu Siti mencapai Rp2,4 juta sampai Rp2,7 juta per hari, sehingga jika dihitung 25 hari kerja saja sudah menghasilkan Rp64 juta per bulan,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Taufikul Ghoni.
Ghoni memaparkan bahwa keberhasilan KDMP Wonokerto membuktikan bahwa program penguatan koperasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mampu merealisasikan ekosistem ekonomi desa yang sehat. Sinergi antara komitmen pengurus, dukungan masyarakat, dan pengawalan Pemerintah Kabupaten Pasuruan menjadi kunci sukses pengembangan unit usaha daerah.
Integrasi bisnis antara unit ritel, toko pupuk pertanian, hingga kebun mangga ini diharapkan menjadi percontohan bagi ratusan gerai KDMP lainnya di Kabupaten Pasuruan. Putaran modal usaha yang dikelola secara jujur dan inovatif dipastikan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan warga desa.
“Inilah pentingnya kolaborasi bersama untuk membangun Kabupaten Pasuruan melalui Koperasi Desa Merah Putih yang diyakini bisa mensejahterakan tonggak ekonomi masyarakat sekitar. Ekosistem perekonomian kini berjalan hidup, komoditas mangga yang semula tidak berkembang menjadi berkembang pesat selaras dengan usaha pupuk,” pungkasnya. (ada/ted)




