jpnn.com, JAKARTA - Mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Korlantas Polri menegaskan keberhasilan Operasi Patuh 2026 tidak semata-mata diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, melainkan dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas serta terciptanya keamanan dan keselamatan di jalan raya.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan makna nyata melalui edukasi, pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum yang humanis.
BACA JUGA: Kakorlantas Beri Alasan Menunda Operasi Patuh Jaya 2026
Komitmen tersebut ditekankan Kakorlantas Polri Brigjen Aries Syahbudin saat memberikan arahan kepada para dirlantas polda dan kasatlantas polres melalui rapat virtual, Jumat (23/10).
Dalam kegiatan tersebut, Kakorlantas didampingi Dirregident Korlantas Polri Brigjen I Made Agus Prasatya serta para pejabat utama Korlantas Polri lainnya.
BACA JUGA: Operasi Patuh Ditunda, Menyesuaikan Agenda Besar Cipta Kondisi Nataru
Operasi Patuh 2026 akan dilaksanakan secara serentak oleh Korlantas Polri bersama seluruh jajaran Polda dan Polres pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”, operasi ini menempatkan keselamatan berlalu lintas sebagai tanggung jawab bersama antara Polri dan seluruh pengguna jalan.
BACA JUGA: Gelar Doa Bersama & Santuni Anak Yatim, Kakorlantas Berharap Pelayanan Polantas Makin Baik
Aries menekankan agar seluruh jajaran mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis dalam setiap pelaksanaan operasi.
Sosialisasi harus dilakukan secara masif dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, kampus, hingga komunitas, serta melibatkan media untuk memperluas jangkauan informasi mengenai pentingnya disiplin dan keselamatan berlalu lintas.
“Operasi ini harus mampu membangun kesadaran hukum masyarakat. Kita tidak mengukur keberhasilan dari besarnya jumlah penindakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ujar dia.
Salah satu perhatian utama dalam Operasi Patuh 2026 adalah pelanggaran melawan arus. Kakorlantas menginstruksikan agar jajaran memperkuat pengawasan dan memfokuskan upaya pencegahan terhadap perilaku tersebut, dengan target tidak ada kendaraan yang melawan arus. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menekan potensi kecelakaan serta melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan.
Dalam pelaksanaannya, Polri mengedepankan sosialisasi keselamatan, edukasi safety riding dan safety driving, serta penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan teguran simpatik.
Kakorlantas juga menegaskan bahwa setiap kegiatan penindakan berupa tilang harus didampingi oleh personel Provos sebagai bentuk pengawasan internal untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan dan profesionalisme anggota tetap terjaga.
Lebih dari sekadar penegakan hukum, Operasi Patuh 2026 juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan lalu lintas kepada masyarakat. Setiap personel diharapkan hadir dengan sikap yang santun, responsif, dan solutif, sehingga masyarakat merasakan langsung manfaat kehadiran Polri dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.
Melalui Operasi Patuh 2026, Korlantas Polri mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari perubahan budaya berlalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk menghindari sanksi, melainkan wujud kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Korlantas Polri berharap terbangun sinergi yang kuat antara petugas dan masyarakat dalam mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.
Sebab, keberhasilan operasi bukan hanya terlihat dari penegakan hukum, tetapi juga dari semakin tingginya kesadaran masyarakat dan semakin kuatnya kepercayaan publik terhadap pelayanan Polri. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Brigjen Aries Instruksikan Jajaran Polantas Antisipasi Kelangkaan BBM
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




