HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kekalahan dari PSM Makassar membuat Persebaya Surabaya untuk pertama kalinya merasakan tekanan serius pada Super League 2026/2027, terutama karena Green Force kini dituntut segera bangkit ketika menghadapi Madura United pada pekan ketujuh.
Persebaya sebelumnya datang ke Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, dengan status belum terkalahkan setelah mengoleksi dua kemenangan dan tiga hasil imbang dalam lima pertandingan awal.
Namun, rekor tersebut akhirnya runtuh setelah PSM Makassar menang tipis 1-0 melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes pada menit ke-74.
Kekalahan itu menjadi semakin menyakitkan karena Persebaya sebenarnya memiliki peluang untuk membawa pulang poin dari Parepare, termasuk kesempatan emas melalui titik penalti pada penghujung pertandingan.
Dua kali eksekusi Alex Martins Ferreira dari titik putih bahkan gagal menaklukkan kiper PSM Muh Ardiansyah yang tampil sebagai pahlawan kemenangan Juku Eja.
Bagi Bernardo Tavares, hasil tersebut bukan semata-mata menunjukkan Persebaya bermain buruk, melainkan memperlihatkan bagaimana pertandingan sepak bola dapat ditentukan oleh momen kecil.
“Kadang, dalam sepak bola, bisa terjadi hal seperti ini, maksud saya, PSM jauh lebih beruntung dari kami,” kata Tavares seusai pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu menilai PSM bahkan tidak banyak menciptakan peluang pada babak kedua, tetapi mampu mendapatkan keuntungan setelah kesalahan Yuran membuat bola justru masuk ke gawang sendiri.
“Tapi mereka bisa mencetak gol karena gol bunuh diri yang dilakukan oleh Yuran, jadi saya ucapkan selamat kepada PSM,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Tavares berusaha menjaga kondisi mental tim setelah kekalahan pertama musim ini sekaligus menghindari upaya mencari kambing hitam atas hasil di Parepare.
Jika melihat statistik pertandingan, Persebaya memang memiliki sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa mereka tidak kalah dominan dari tuan rumah.
Green Force mencatatkan penguasaan bola sebesar 55 persen dan melepaskan delapan tembakan, sedangkan PSM hanya menghasilkan lima percobaan.
Namun, dominasi statistik tersebut tidak otomatis berubah menjadi gol karena efektivitas di depan gawang menjadi persoalan utama yang harus segera diperbaiki Tavares.
Kegagalan memanfaatkan peluang bahkan terjadi pada situasi yang paling menentukan ketika Persebaya mendapatkan penalti pada menit ke-90+3.
Risto Mitrevski dilanggar Agung Mannan di dalam kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih setelah melalui proses pemeriksaan VAR.
Alex Martins kemudian dipercaya menjadi algojo, tetapi tendangannya berhasil ditepis Muh Ardiansyah.
Penalti tersebut kemudian harus diulang karena posisi Ardiansyah dinilai lebih dulu meninggalkan garis gawang sebelum bola ditendang.
Kesempatan kedua seharusnya menjadi peluang sempurna bagi Persebaya untuk menyelamatkan satu poin, tetapi Ardiansyah kembali membaca arah tendangan Alex Martins dan menggagalkannya.
“Kami lebih banyak menciptakan peluang, bahkan kami juga mendapatkan tendangan penalti, tapi sayang gagal berbuah gol,” ujar Tavares.
“Hal-hal seperti ini kadang bisa terjadi,” lanjutnya.
Sikap Tavares yang memilih tidak menyalahkan Alex Martins menjadi penting karena Persebaya membutuhkan suasana ruang ganti yang tetap positif setelah kekalahan pertama mereka.
Bagaimanapun, kegagalan penalti bukan satu-satunya persoalan Green Force karena lini serang juga harus mampu mengubah dominasi penguasaan bola menjadi peluang berkualitas dan gol.
Di sisi lain, penampilan Muh Ardiansyah menunjukkan bahwa PSM memiliki keunggulan yang tidak dimiliki Persebaya dalam pertandingan tersebut, yakni kemampuan memaksimalkan momen krusial.
Kiper berusia 23 tahun itu bukan hanya menjaga gawang PSM tetap bersih sepanjang pertandingan, tetapi juga tampil menentukan ketika tekanan terbesar datang pada masa tambahan waktu.
“Saya sempat kecewa dengan keputusan wasit yang mengulang tendangan penalti, tapi berkat kepercayaan diri saya, saya mampu menepis dua penalti itu,” kata Ardiansyah.
Dua penyelamatan tersebut kemudian membuat nama Ardiansyah menjadi salah satu pembicaraan utama setelah pertandingan sekaligus mempertegas bahwa kemenangan PSM tidak datang dengan mudah.
Pelatih PSM Darije Kalezic pun memberikan apresiasi terhadap mentalitas para pemainnya yang mampu mempertahankan keunggulan dalam situasi penuh tekanan.
“Saya kira pemain menunjukkan semangat yang luar biasa, menunjukkan keberanian, serta kerja keras yang luar biasa,” ujar Darije.
“Mereka menunjukkan semangat ewako sampai laga berakhir,” lanjut pelatih asal Bosnia tersebut.
Kemenangan PSM membuat persaingan papan atas Super League semakin menarik karena sejumlah tim masih memiliki peluang untuk menjaga posisi mereka dalam perburuan gelar.
Di tengah situasi tersebut, Persebaya tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan karena pekan ketujuh sudah menunggu dengan pertandingan yang tidak kalah berat.
Green Force akan menghadapi Madura United dalam Derbi Suramadu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (26/10/2026).
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan pertama Persebaya untuk merespons kekalahan dari PSM sekaligus membuktikan apakah hasil buruk di Parepare hanya sebuah kecelakaan atau awal dari masalah yang lebih serius.
Madura United jelas bukan lawan yang mudah karena Laskar Sape Kerrab datang dengan modal kemenangan penting atas Persib Bandung pada pekan keenam.
Madura United berhasil mengalahkan Persib dengan skor 1-0 sehingga kini mengoleksi 13 poin dari enam pertandingan dan berada di posisi ketiga klasemen sementara.
Situasi tersebut membuat Derbi Suramadu bukan sekadar pertandingan untuk mengembalikan kepercayaan diri Persebaya, tetapi juga menjadi duel yang memiliki konsekuensi langsung terhadap persaingan papan atas.
Persebaya membutuhkan kemenangan agar tidak semakin tertinggal dari tim-tim yang sudah mengumpulkan poin lebih banyak.
Bagi Tavares, pertandingan tersebut juga menjadi ujian terhadap kemampuannya menjaga konsistensi tim setelah Green Force kehilangan status sebagai salah satu tim yang belum terkalahkan.
Tekanan terhadap pelatih tentu akan semakin besar apabila kekalahan dari PSM berlanjut menjadi hasil negatif ketika menghadapi Madura United.
Namun, satu kekalahan juga tidak cukup untuk menghapus seluruh pekerjaan positif yang telah dibangun Persebaya dalam lima pertandingan sebelumnya.
Dua kemenangan dan tiga hasil imbang menunjukkan Green Force memiliki fondasi permainan yang cukup kompetitif, tetapi mereka harus membuktikan bahwa konsistensi tersebut bukan sekadar hasil dari momentum awal musim.
Pertandingan melawan Madura United akan memperlihatkan bagaimana Tavares melakukan evaluasi terhadap kelemahan tim, terutama dalam penyelesaian akhir dan kemampuan mengubah dominasi permainan menjadi gol.
Jika kembali gagal mencetak gol meski mampu menciptakan peluang, persoalan tersebut akan menjadi pekerjaan rumah serius bagi sang pelatih.
Sebaliknya, kemenangan atas Madura United dapat menjadi respons terbaik setelah kekalahan menyakitkan di Parepare.
Tavares juga memiliki alasan untuk segera mengembalikan kepercayaan diri skuad karena perjalanan Super League masih panjang dan persaingan papan atas dipastikan berlangsung ketat.
Selain Persebaya dan Madura United, Persib Bandung serta Persija Jakarta juga menjadi tim yang memiliki ambisi besar untuk berada dalam perburuan gelar musim ini.
Persib saat ini mengoleksi 10 poin dari enam pertandingan dan akan menghadapi Garudayaksa FC pada Minggu (25/10/2026).
Sementara itu, Persija Jakarta dijadwalkan menghadapi Persik Kediri di kandang sendiri pada Senin (26/10/2026).
Hasil pertandingan tim-tim tersebut akan ikut memengaruhi peta persaingan papan atas karena selisih poin masih relatif rapat.
Karena itu, kehilangan poin secara beruntun dapat membuat sebuah tim turun beberapa posisi dalam waktu singkat.
Persebaya tentu tidak ingin kekalahan dari PSM menjadi awal dari penurunan tersebut.
Derbi Suramadu pun menjadi momentum penting bagi Tavares untuk menunjukkan bahwa Green Force masih memiliki kapasitas bersaing dengan tim-tim terbaik di kompetisi.
Kemenangan bukan hanya dibutuhkan untuk menambah tiga poin, tetapi juga untuk mengembalikan keyakinan pemain setelah kegagalan penalti dan gol bunuh diri yang menjadi penyebab kekalahan di Parepare.
Di sisi lain, Madura United datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil menumbangkan Persib.
Pertemuan kedua tim dipastikan menghadirkan tekanan berbeda karena Persebaya akan bermain di hadapan pendukung sendiri, sementara Madura United memiliki momentum positif.
Tavares kini harus menemukan formula terbaik untuk mengatasi persoalan yang terlihat ketika menghadapi PSM.
Green Force perlu lebih klinis di depan gawang, lebih tenang dalam situasi krusial, sekaligus mampu memaksimalkan tekanan yang mereka bangun sepanjang pertandingan.
Sebab, pertandingan melawan PSM memperlihatkan bahwa penguasaan bola dan jumlah tembakan saja tidak cukup untuk memenangkan sebuah pertandingan.
Sepak bola pada akhirnya ditentukan oleh siapa yang mampu mencetak gol dan siapa yang paling sedikit melakukan kesalahan.
Yuran Fernandes menjadi contoh paling nyata dari hukum tersebut setelah satu kesalahan antisipasi mengubah jalannya pertandingan.
Alex Martins juga merasakan sisi lain dari pertandingan ketika dua eksekusinya dari titik putih gagal menjadi gol.
Sementara Muh Ardiansyah membuktikan bahwa satu pemain dapat menjadi pembeda ketika mampu tampil maksimal pada momen paling menentukan.
Kini, Persebaya harus meninggalkan cerita pahit di Parepare dan mengalihkan seluruh perhatian kepada Madura United.
Jika mampu meraih kemenangan dalam Derbi Suramadu, Tavares akan memiliki kesempatan mengembalikan momentum sekaligus menjaga Persebaya tetap berada dalam persaingan papan atas.
Namun, apabila kembali kehilangan poin, tekanan terhadap Green Force akan semakin besar dan pertanyaan mengenai kemampuan mereka bersaing dalam perebutan gelar mulai sulit dihindari.
Untuk saat ini, Tavares belum berada di ujung karier bersama Persebaya, tetapi pertandingan melawan Madura United jelas menjadi salah satu ujian penting dalam perjalanan awalnya bersama Green Force.
Satu kemenangan dapat mengubah suasana setelah kekalahan di Parepare, sedangkan hasil buruk kembali akan membuat perjalanan Persebaya menuju papan atas menjadi jauh lebih terjal.





