Perlinsos Digital Catat 13,2 Juta Keluarga Terdaftar, 641.222 Diusulkan Masuk

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Gus Ipul menyebut sebanyak 13.284.093 keluarga telah terdaftar dalam program Perlinsos Digital per 23 Oktober 2026. (Sumber: YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 13,2 juta keluarga telah terdaftar dalam program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital per Jumat (23/10/2026).

Di tengah proses pendaftaran tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menerima ratusan ribu usulan dan sanggahan masyarakat terkait data penerima bantuan sosial (bansos).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, jumlah keluarga yang terdaftar dalam Perlinsos Digital mencapai 13.284.093 keluarga per 23 Oktober 2026.

"Per hari ini, 23 Oktober 2026, lewat agen-agen Perlinsos maupun mandiri, sudah ada 13.284.093 keluarga telah terdaftar di Perlinsos Digital," kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat.

Baca Juga: Cara Koreksi dan Perbarui Data Bansos 2027 Lewat Perlinsos Digital Kemensos

Selain pendaftaran, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam pemutakhiran data melalui penyampaian usulan maupun sanggahan terhadap data penerima manfaat.

Per 23 Oktober 2026, Kemensos mencatat sebanyak 641.222 usulan agar keluarga yang bersangkutan dapat masuk sebagai keluarga penerima manfaat. Sementara itu, jumlah sanggahan yang masuk mencapai 84.281.

Gus Ipul mengapresiasi partisipasi masyarakat tersebut karena informasi yang disampaikan dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki data perlindungan sosial.

816.674 Orang Bergabung Jadi Agen Perlinsos Digital

Untuk mendukung proses pendaftaran dan penyampaian informasi, Kemensos mencatat sebanyak 816.674 orang telah bergabung sebagai agen Perlinsos Digital.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 176.755 orang berasal dari masyarakat umum yang secara sukarela menjadi relawan.

Selain itu, terdapat 123.769 pegawai pemerintah daerah yang turut berpartisipasi, termasuk aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), camat, dan lurah.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos Diluncurkan 10 November, 11,5 Juta KK Terdaftar di Perlinsos

Kemensos juga mencatat 42.018 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah menjadi agen Perlinsos Digital.

Keterlibatan unsur kewilayahan turut terlihat dari partisipasi 48.712 anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan 29.749 anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Sementara itu, jumlah ketua rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) yang menjadi agen Perlinsos Digital tercatat sebanyak 48.676 orang.

Gus Ipul menilai keterlibatan RT/RW masih perlu ditingkatkan karena mereka merupakan unsur yang berada paling dekat dengan masyarakat.

"Kami masih perlu kerja sekeras untuk sosialisasi karena RT RW ini adalah ujung tombak kita," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa agen Perlinsos Digital merupakan relawan yang bekerja secara sukarela tanpa menerima bayaran. Para agen tidak diperbolehkan meminta imbalan kepada masyarakat atas bantuan yang diberikan.

Data Akurat Jadi Dasar Penyaluran Bansos

Baca Juga: Cara Buat IKD untuk Daftar Agen Perlinsos, Apakah Dapat Honor?

Dalam konferensi pers yang sama, Gus Ipul menjelaskan pembenahan data menjadi salah satu dasar pelaksanaan program perlindungan sosial pemerintah.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto mengamanatkan agar pemerintah bekerja menggunakan data yang akurat dan menjadikannya pedoman untuk menyalurkan bansos secara tepat sasaran.

Kemensos melakukan pemutakhiran data bersama pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait.

Pemerintah juga menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS), dengan pengelompokan kondisi sosial ekonomi masyarakat berdasarkan desil.

Desil 1 menggambarkan 10 persen penduduk dengan kondisi sosial ekonomi paling rendah. Pengelompokan tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan prioritas perlindungan sosial sesuai kebutuhan dan alokasi bantuan yang tersedia.

Gus Ipul menjelaskan, bansos pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga. Upaya tersebut diharapkan dapat disertai program pemberdayaan untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat aset, dan memperluas akses ekonomi keluarga.

Pemerintah juga mendorong keluarga penerima manfaat yang memungkinkan untuk menjadi lebih mandiri melalui program pemberdayaan.

Pemutakhiran data Perlinsos Digital tidak hanya berkaitan dengan proses pendaftaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki penyaluran bantuan sosial dan mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat. 

Baca Juga: Agen Perlinsos Bisa Menentukan Penerima Bansos? Ini Penjelasannya

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Perlinsos Digital
  • Bansos
  • Kementerian Sosial
  • Saifullah Yusuf
  • Gus Ipul
  • DTSEN
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Akun Medsos Diduga Agen AI, Komdigi Minta Platform Beri Label Akal Imitasi
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
French Open 2026: Raymond/Joaquin Susah Payah Tembus Perempat Final
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Nama Rektor Dicatut Kasus Penipuan Penerimaan Mahasiswa Baru, UI Tempuh Jalur Hukum
• 22 menit laluviva.co.id
thumb
Cegah Tawuran di Jakarta, Polisi Amankan 16 Orang
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
FIFA Resmi Tunjuk Amerika Serikat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub Wanita 2028, Sebanyak 19 Klub Bakal Bersaing
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.