Dukung Riset Mental Health dalam Perspektif Islam, Founder ParagonCorp Gandeng Stanford University

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Founder ParagonCorp memberikan dukungan pendanaan kepada Stanford University untuk mendukung penelitian mengenai kesehatan mental dalam konteks Islam dan umat Muslim. 

Dukungan ini disalurkan melalui Paragon-Wardah Research Fund di Stanford School of Medicine,  yang akan mendukung kegiatan penelitian Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab.

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 23 Oktober 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Aksi-Drama

Laboratorium tersebut dipimpin oleh Dr. Rania Awaad, MD, Clinical Professor of Psychiatry and Behavioral Sciences di Stanford University School of Medicine. 

Penelitiannya berfokus pada pemahaman kebutuhan kesehatan mental komunitas Muslim, termasuk stigma yang dapat menghambat seseorang dalam mencari bantuan profesional serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas.

“Kami percaya bahwa kesehatan seorang manusia mencakup  kondisi fisik, mental, dan spiritual. Melalui dukungan kepada laboratorium Dr. Awaad, kami ingin berkontribusi dalam mengembangkan pengetahuan agar umat Muslim di berbagai belahan dunia dapat memperoleh layanan kesehatan mental yang juga memahami dan selaras dengan keyakinannya,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO and Chief of Research and Development ParagonCorp. 

BACA JUGA:Desain Indonesia Mendunia! ParagonCorp Sabet Silver Pentawards 2026 dan Tampil di Dutch Design Week

“Kami berharap umat Muslim, baik di Indonesia maupun di negara lain, mendapatkan layanan kesehatan mental yang juga selaras dengan keyakinan mereka.”

Laboratorium tersebut berfokus pada penelitian kesehatan mental dan psikologi dalam konteks Islam dan komunitas Muslim. Risetnya mencakup kebutuhan pasien Muslim, stigma yang membuat sebagian orang ragu untuk mencari bantuan profesional, serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas. 

Publikasi laboratorium ini juga membahas berbagai topik, termasuk psikologi Islam, penanganan terkait tindakan mengakhiri hidup, penggunaan zat berbahaya, serta kesehatan mental para kelompok migran dan mahasiswa.

“Kami sangat berterima kasih kepada founder ParagonCorp atas kepercayaan dan dukungan mereka terhadap penelitian kami,” ujar Dr. Rania Awaad. 

BACA JUGA:Prabowo Gaspol PLTS 100 GWp, Investasi Tembus Rp1.140 Triliun

“Dukungan ini membantu kami terus mengembangkan pengetahuan yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, pendidik, dan pemuka agama untuk memberikan layanan kepada komunitas Muslim dengan keahlian dan pemahaman yang mendalam.”

Dukungan ini relevan bagi Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang masih menghadapi tantangan dalam akses terhadap layanan kesehatan mental. 

Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada 2022 menemukan bahwa sekitar satu dari tiga penduduk Indonesia berusia 10–17 tahun, atau sekitar 15,5 juta anak dan remaja, mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun sebelumnya. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wantimpres Undang Menkeu, Dalami Kondisi Fiskal dan Postur APBN 2027
• 20 jam laludetik.com
thumb
Razia WNA di Apartemen Kalibata City: Ditjen Imigrasi Amankan 45 Orang
• 23 jam laludisway.id
thumb
Sebaran Titik Panas Karhutla Hari Ini, Kalimantan Tengah Masih Tertinggi
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Pemerintah Incar AI Jadi Mesin Ekonomi RI, Potensi Rp 7.221 Triliun
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.