Presiden Prabowo Subianto mengakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ratusan orang diberhentikan dengan tidak hormat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10), sebagaimana dikutip Jumat (23/10). Sidang tersebut digelar dalam rangka dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
"MBG strategis. MBG vital. Banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG, kita akui. 13 orang sudah ditetapkan tersangka," kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo mengatakan sebanyak 203 orang telah diperiksa oleh Kejaksaan Agung. Sementara 353 orang disebut sudah diberhentikan dengan tidak hormat.
"203 orang diperiksa Kejaksaan Agung. Sudah diberhentikan dengan tidak hormat 353 orang," ujarnya.
Prabowo juga mengungkap terdapat 2.600 orang yang sedang menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).
"Dalam proses diperiksa Inspektorat BGN 2.600 orang," kata Prabowo.
Ia meminta jajarannya tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bermasalah dalam pelaksanaan MBG.
"Jangan ragu-ragu ya, pecat, bersihkan sampai bersih ya. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita," tegasnya.





