Lima Laga Tanpa Menang, Arema FC Pisah Jalan dengan Pelatih Marcos Santos

medcom.id
12 jam lalu
Cover Berita
Malang: Arema FC mengambil keputusan besar pada awal BRI Super League 2026/2027 dengan mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos. Keputusan tersebut diambil setelah Singo Edan melewati lima pertandingan tanpa kemenangan, termasuk kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta pada pekan keenam.

Manajemen menilai pergantian pelatih diperlukan untuk menghentikan tren negatif sekaligus memulihkan daya saing tim agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan kompetisi.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan tersebut tidak diambil dengan mudah. Terlebih, Marcos Santos telah memasuki musim keduanya bersama klub berjuluk Singo Edan tersebut dan dinilai cukup mengenal karakter sepak bola Indonesia.

“Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia. Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru,” ujar Yusrinal.
 

Baca Juga :

Hasil Persija Vs Arema: Bantai Singo Edan, Macan Kemayoran Kembali ke Puncak Klasemen

“Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama,” imbuhnya.

Yusrinal menegaskan, keputusan mengakhiri kerja sama dengan Marcos tidak semata-mata didasarkan pada hasil pertandingan terakhir. Manajemen telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek, termasuk kebutuhan tim, kondisi internal, serta efektivitas kepemimpinan pelatih.

Menurutnya, pengalaman Arema FC dalam beberapa musim sebelumnya menjadi bahan pertimbangan penting dalam mengevaluasi kinerja seorang pelatih. Penilaian tidak cukup hanya didasarkan pada reputasi atau pandangan publik, tetapi juga harus mempertimbangkan situasi dan pelaksanaan tugas di internal klub.

“Namun, kenyataan di balik layar yang tidak diketahui publik, peran strategis mulai dari perancangan program latihan hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang dahulu dilakukan oleh (alm.) Coach Kuncoro,” tutur pria yang akrab disapa Inal itu.

Ia menjelaskan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi manajemen dalam menentukan keberlanjutan kerja sama dengan seorang pelatih. Berbagai faktor harus diperhitungkan secara menyeluruh, mulai dari aspek teknis, nonteknis, psikologis, hingga kondisi nyata di dalam tim.

“Pengalaman tersebut menjadi catatan sangat berharga bagi manajemen. Artinya, ada begitu banyak pertimbangan mendalam, mulai dari aspek teknis, nonteknis, psikologis, matematis, dan situasi riil internal yang melatarbelakangi keputusan mengganti atau mempertahankan seorang pelatih,” kata Yusrinal.

“Begitu pula dengan situasi saat ini, manajemen harus bertindak bijak, teliti, dan tidak gegabah demi kebaikan jangka panjang tim,” sambungnya. Hak Kontraktual Marcos Santos Tetap Dipenuhi Meski kerja sama berakhir lebih cepat dari yang direncanakan, Arema FC memastikan tetap memenuhi kewajiban kepada Marcos Santos. Manajemen menyatakan seluruh urusan administratif dan hak kontraktual pelatih asal Brasil tersebut akan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pergantian pelatih ini menjadi langkah evaluasi Arema FC untuk memperbaiki performa tim setelah rentetan hasil yang kurang memuaskan pada awal musim. Manajemen berharap keputusan tersebut dapat membuka momentum baru bagi Singo Edan untuk kembali bersaing dan memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League 2026/2027.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Lima Laga Tanpa Menang, Arema FC Pisah Jalan dengan Pelatih Marcos Santos Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/liga-indonesia/xkEdaz5b-lima-laga-tanpa-menang-arema-fc-pisah-jalan-dengan-pelatih-marcos-santos

(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Pasutri WNI Aniaya Anak di Lift Malaysia, Terungkap Lewat Rekaman CCTV hingga Anak Disebut Alami Trauma
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Satgas PKH Cabut Izin Tambang Emas Ilegal di Nabire Papua, 3.500 Hektare Kembali ke Negara
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
BEI Keluarkan Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi dari Seleksi IHSG Mulai 2 November
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Indofood (INDF) Siapkan Dana Rp750 Miliar demi Buyback Saham
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono Ingin Jakarta Jadi Rumah Kreatif, Perusahaan Film hingga Kreator Muda Disorot
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.