Nusron Wahid Mangkir 2 Kali dari Panggilan KPK, Nasib Selanjutnya Dievaluasi

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengevaluasi langkah selanjutnya setelah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid, dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan penyidik masih mengevaluasi alasan ketidakhadiran Nusron untuk menentukan langkah berikutnya sesuai ketentuan hukum acara pidana.

Ia menjelaskan, dalam KUHAP baru terdapat ketentuan mengenai dua kali surat panggilan.

Pada panggilan pertama, penyidik mempertimbangkan alasan ketidakhadiran saksi, termasuk apakah alasan tersebut patut dan wajar.

BACA JUGA:Lho! 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Muncul di Sidang Kabinet

Sementara itu, panggilan kedua dilayangkan apabila setelah dievaluasi penyidik menilai alasan ketidakhadiran sebelumnya tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Nah, sehingga saat ini masih dievaluasi dan tentunya untuk panggilan seorang saksi itu memang dilihat dari kebutuhan penyidik dan konstruksi perkaranya seperti apa,” kata Achmad.

KPK memastikan proses penyidikan tetap berjalan dan tidak hanya bergantung pada pemeriksaan satu atau dua orang saksi.

BACA JUGA:Nusron Wahid Diduga ke Malaysia, MAKI Pertanyakan Izin dari Presiden

Menurut Achmad, perkara yang ditangani memiliki sejumlah klaster sehingga penyidik perlu membuktikan keseluruhan konstruksi perkara berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan.

“Proses penyidikan masih berjalan dan masih terus berproses, tim juga tidak hanya fokus ke satu orang atau dua orang saksi ya, karena banyak fakta-fakta dan sebagaimana disebutkan di awal, perkara ini kan banyak klasternya,” jelasnya.

Achmad menegaskan, langkah berikutnya akan ditentukan berdasarkan kebutuhan penyidikan dan perkembangan penanganan perkara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Practice Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama P16, Harus Mulai dari Q1
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Modus Kapal Malaysia Bawa 1,16 Ton Narkoba: Matikan Pendeteksi-Ganti Identitas
• 18 menit lalukumparan.com
thumb
Prabowo Resmi Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Apa Tujuannya?
• 22 jam lalunarasi.tv
thumb
Karhutla Gunung Sumbing Lahap 300 Hektare, Pemkab Wonosobo Tetapkan Status Tanggap Darurat
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Tangkap Pria di Bekasi Transaksi Sabu dengan Pura-pura Buang Sampah
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.