BNPB Tambah Helikopter dan Pesawat Percepat Pemadaman Karhutla di Jatim

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

BATU, KOMPAS — Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan menambah armada operasi udara guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas di sejumlah pegunungan, seperti di Arjuno-Welirang, Bromo, Semeru, hingga Ijen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Kristomei Sianturi saat menghadiri rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), Jumat (23/10/2026).

Menurut Kristomei satu helikopter dari Kalimantan Selatan (Kalsel) akan digeser ke Malang untuk melakukan water bombing. Sedangkan pesawat operasi modifikasi cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat (Kalbar) juga akan digeser ke Jatim guna memaksimalkan kegiatan pemadaman.

“Hari ini saya sudah sampaikan kepada Direktur Pengelolaan Operasi untuk menambah satu helikopter dari Kalsel ke Malang, terutama untuk water bombing. Dan satu lagi pesawat OMC dari Kalbar untuk mendukung operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.

Hadir pada kesempatan ini, antara lain Kepala Staf TNI AD Jenderal Tandyo Budi Revita sekaligus memimpin rapat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen Piek Budyakto, Kepala Polda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan kabupaten/kota di Jatim.

Penambahan armada dari pusat tersebut melengkapi upaya pemadaman telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jatim. Pemprov Jatim mencatat telah 462 kali menerbangkan pesawat water bombing guna pemadaman karhutla sepanjang 2026, di samping penggunaan drone water spray berkapasitas 100 liter guna menjangkau medan curam yang sulit diakses tim darat.

Baca JugaPendakian Gunung Arjuno-Welirang dan Anjasmoro Ditutup akibat Karhutla

Berdasarkan data BPBD Jatim, selama masa siaga darurat, karhutla telah melanda 26 kabupaten/kota dengan total 184 peristiwa. Luas lahan terbakar mencapai 11.449 hektar. Sebanyak 77,05 persen di antaranya merupakan kawasan hutan konservasi.

Selain faktor cuaca ekstrem, ditemukannya titik api secara bersamaan di beberapa gunung, mengindikasikan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian manusia. Oleh karena itu, aparat penegak hukum bersama satgas gabungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan memperketat pengawasan dan penegakan hukum guna memberikan efek jera.

Terkait luasan terdampak karhutla di Arjuno mencapai 260 hektar. Menurut Kristomei, sebagian api telah bisa dipadamkan. “Kita harapkan hujan bisa segera turun dengan OMC,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang Purwoto membenarkan hujan deras sesaat yang berlangsung di lereng sisi timur-tenggara Arjuno, Kamis (22/10/2026), telah memadamkan sisa titik api di sana. Arjuno-Welirang berada di perbatasan Malang, Pasuruan, Mojokerto, dan Batu.

“Kemarin kami naik ke Pos Tawangargo, Kecamatan Karangploso, masih ada dua titik api, lalu hujan turun. Alhamdulillah bisa padam. Sekarang sudah tidak ada titik api di wilayah Malang. Informasi dari BPBD Jatim itu hujan alam. Namun, awal musim hujan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika baru Bulan Desember nanti,” ucapnya.

Menurut Purwoto daerah terdampak karhutla di wilayahnya masuk dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, belum ada yang masuk ke wilayah Perhutani maupun lahan milik masyarakat. Purwoto mengatakan pihaknya bersama Manggala Agni dan relawan terus mewaspadai titik-titik yang belum terbakar.

Baca JugaSupit Urang dan Rentetan  Kebakaran TPA Sepanjang Kemarau 2026

“Kami tetap rutin melakukan pemantauan dan pengawasan. Lokasinya memang jauh, untuk menjangkau titik api butuh waktu dua jam perjalanan. Oleh karena itu, yang bisa dilakukan untuk melakukan pemadaman secara efektif hanya dua, yakni melalui water bombing dan OMC,” katanya.  

Korban meninggal bertambah

Sementara itu, jumlah petugas dan relawan yang menjadi korban karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bertambah satu lagi sehingga total menjadi enam orang. Korban terakhir meninggal adalah Suraji (44), karyawan swasta yang menjadi relawan.

Sebelumnya, Suraji menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di RSUD Dr Soetomo Surabaya bersama salah satu korban lainnya, Munawi (44) yang merupakan petugas TNBTS. Munawi meninggal Senin (19/10/2026), juga saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.  

Sebelumnya, empat korban meninggal lebih dulu atas nama Sukaris (55), petugas TNBTS; Sefriel Ardiansyah (19), karyawan swasta; Hendra Roni Wagianata (33), petugas TNBTS; dan Wisnu Yudha Pratama (26), karyawan swasta.

Kristomei mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait banyaknya relawan yang tewas sehingga ke depan peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

“Kita berdukacita, turut simpati, dukacita mendalam atas meninggalnya saudara kita yang tengah berupaya memadamkan karhutla. Kita nanti akan melihat kenapa bisa terjadi seperti itu lagi. Jangan sampai hal itu terjadi lagi,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teknologi Biochemical Chamber Diklaim Pangkas Massa Sampah Organik hingga 80%
• 56 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
SBN Ritel Bidik Rp141 T Tahun Ini, ST017 Jadi Kesempatan Terakhir
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BEI Keluarkan Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi dari Seleksi IHSG Mulai 2 November
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Vespa S 150 Dapat Penyegaran, Ini Ubahannya
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolri Ungkap Modus Selundupkan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Kapal Matikan Sinyal
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.