PBB Khawatir Kekerasan di Tepi Barat Meningkat, Israel Berlakukan Blokade Usai Dua Tentara Tewas

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap meningkatnya kekerasan di Tepi Barat, Palestina, setelah serangan bersenjata yang menewaskan dua tentara Israel pada Jumat (23/10/2026) memicu pemberlakuan blokade terhadap sejumlah komunitas Palestina.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menyampaikan keprihatinan atas penutupan wilayah secara luas yang diberlakukan Israel.

"Kami sangat khawatir dengan meningkatnya kekerasan yang terjadi di Tepi Barat yang diduduki. (Sekjen PBB Antonio Guterres) sangat prihatin atas penutupan wilayah secara luas yang diberlakukan Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Hal itu terjadi setelah terjadi serangan hari ini," kata Dujarric pada Jumat (23/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah militer Israel melaporkan insiden penembakan di dekat persimpangan Yudea, tidak jauh dari Kota Hebron, Tepi Barat.

Serangan Bersenjata di Dekat Hebron Tewaskan Dua Tentara Israel

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan terjadinya serangan penembakan di dekat persimpangan Yudea pada Jumat (23/10/2026).

Lokasi serangan berada di wilayah Tepi Barat yang tidak jauh dari Kota Hebron.

Militer Israel menyatakan dua orang yang disebut sebagai militan telah dilumpuhkan dalam insiden tersebut.

Sementara itu, layanan medis darurat melaporkan lima orang mengalami luka-luka akibat serangan.

Dari lima korban luka, dua orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa dua anggota pasukannya tewas dalam bentrokan bersenjata tersebut.

Netanyahu Perintahkan Blokade di Tepi Barat

Setelah insiden penembakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk memberlakukan blokade di wilayah Tepi Barat.

Perintah tersebut dikeluarkan sebagai respons terhadap serangan yang menewaskan dua tentara Israel.

Netanyahu juga menyatakan kesiapan Israel untuk melancarkan operasi militer berskala besar di wilayah Palestina.

Operasi yang dipertimbangkan tersebut disebut berpotensi menjadi yang terbesar sejak Perang Enam Hari.

Langkah Israel itu menambah kekhawatiran mengenai meningkatnya ketegangan keamanan di Tepi Barat.

PBB Soroti Dampak Penutupan Wilayah terhadap Komunitas Palestina

PBB menaruh perhatian terhadap pemberlakuan penutupan wilayah secara luas yang berdampak pada komunitas Palestina di Tepi Barat.

Stephane Dujarric menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sangat prihatin terhadap tindakan tersebut.

Kekhawatiran PBB muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan bersenjata dan respons militer Israel.

Penutupan wilayah serta kemungkinan perluasan operasi militer menjadi perkembangan yang mendapat perhatian organisasi internasional tersebut.

Hingga pernyataan PBB disampaikan, situasi keamanan di Tepi Barat masih dibayangi ketegangan menyusul serangan di dekat Hebron dan keputusan Israel memperketat pengamanan wilayah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wagub Mian Minta Presiden Prabowo Lanjutkan Pembangunan Tol Bengkulu–Lubuk Linggau
• 18 menit lalujpnn.com
thumb
Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya, Dua Anggota TNI Terluka
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Bakti Sosial Jadi Napas Perayaan 15 Tahun Partai Nasdem, Warga Nikmati Cek Kesehatan Gratis
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Pemda DIY Rencanakan Pembukaan Konsulat Kehormatan Meksiko di Yogyakarta untuk Perkuat Kerja Sama Budaya
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Cerita Guru SD di Lebak Temukan Mainan Squishy dengan Jarum Suntik Tajam
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.