Data Jutaan Siswa di California Diretas, Nama hingga Alamat Rumah Bocor

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Departemen Pendidikan California (CDE), Amerika Serikat, mengatakan seorang hacker berhasil mengakses data jutaan siswa, termasuk nama, tanggal lahir, alamat, dan status disabilitas. Peretasan itu dilakukan dengan mengeksploitasi sistem milik kontraktor nirlaba yang bekerja sama dengan pemerintah negara bagian.

Departemen Pendidikan California menyebut hacker berhasil mengakses data seluruh siswa yang terdaftar selama tiga tahun ajaran sebelumnya. Berdasarkan data departemen, lebih dari 5,7 juta siswa terdaftar di California pada tahun ajaran 2025–2026.

Organisasi nirlaba Educational Testing Service mulai memberi tahu para siswa dan keluarga mereka mengenai insiden kebocoran data tersebut pada Jumat (16/10). Adapun insiden baru teridentifikasi pada akhir bulan lalu, dan hasil penyelidikan menemukan bahwa peretasan telah berlangsung sejak Mei.

Menurut badan tersebut, Educational Testing Service mengidentifikasi kebocoran yang melibatkan situs secure file transfer protocol (SFTP) pada 25 September dan langsung memulai penyelidikan.

“Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pihak yang tidak berwenang menggunakan kredensial login yang telah disusupi untuk mengakses situs tersebut dan menyalin berkas yang berisi informasi siswa California pada beberapa kesempatan antara 22 Mei dan 18 September 2026,” kata Departemen Pendidikan California mengutip Reuters.

Hingga saat ini, Educational Testing Service belum menemukan bukti bahwa data yang bocor telah dipublikasikan. Departemen Pendidikan California juga menegaskan bahwa peretas tidak mengakses nomor Jaminan Sosial (Social Security number) maupun informasi keuangan sensitif.

Dalam surat tertanggal 2 Oktober yang ditujukan kepada pejabat pendidikan di tingkat kabupaten dan distrik, mereka mengatakan Educational Testing Service telah menghentikan “pemrosesan data pendaftaran seperti biasa”.

“CDE secara aktif berupaya meminimalkan gangguan dan melanjutkan kegiatan asesmen yang terdampak sesegera mungkin,” kata departemen tersebut.

Di California, Educational Testing Service bertanggung jawab menyelenggarakan sejumlah asesmen tingkat negara bagian, termasuk tes kemahiran bahasa Inggris. Dalam pernyataan kepada Reuters, Educational Testing Service mengatakan telah menerapkan langkah-langkah perlindungan tambahan untuk memperkuat keamanan sistem.

“Kami telah menerapkan perlindungan tambahan, termasuk pemantauan yang ditingkatkan, penguatan kontrol akses, serta peninjauan lebih lanjut oleh pihak ketiga terhadap praktik keamanan kami,” kata Educational Testing Service.

“Prioritas kami tetap para siswa, keluarga, dan pendidik yang kami layani, serta menjaga keamanan program asesmen yang kami selenggarakan bagi klien dan mitra kami di seluruh dunia.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenzo Nambu Tegaskan Belum Habis: Masih Punya Hasrat Bermain di BRI Super League
• 22 jam lalubola.com
thumb
Kelapa Sawit Expo Center 2026: Dari Kampung yang Pernah Terpinggirkan, Mbebekan Bangkit Membangun Ekonomi Warga
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Sengketa Payroll Tak Kunjung Tuntas, Elabram Layangkan Somasi Kedua kepada Daichindo
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
PBB sangat khawatir Israel tingkatkan kekerasan di Tepi Barat
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Berdayakan Petani Milenial, Inovasi Digital Kini Sediakan Akses Belajar hingga Cek Keaslian Produk
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.