MPDI Gelar Dialog, Muncul Sorotan Soal Realisasi Dana Abadi Pesantren

jpnn.com
58 menit lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW menyebut Dana Abadi Pesantren seharusnya dipakai secara adil dan proporsional.

Hal itu disampaikan HNW dalam dialog menyambut Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) di Pondok Pesantren Husnul Khatimah, Kuningan, Jumat (23/10) kemarin.

BACA JUGA: Hari Santri 2026: Bantuan Pendidikan dan Renovasi Pesantren Capai Rp 27,5 Miliar

HNW menyebutkan baru Rp250 miliar dari total Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp148 triliun yang baru tersalurkan ke lembaga pendidikan keagamaan. 

Dia mengatakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren perlu merealisasikan Dana Abadi Pesantren secara proporsional dan adil.

BACA JUGA: Hari Santri 2026, Bamusi Luncurkan Majelis Mega Zikir di Masjid At-Taufiq

"Dana Abadi Pesantren menjadi salah satu perhatian penting dalam pembahasan tersebut, mengingat pesantren merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam pembentukan karakter, penguatan keagamaan, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia," kata HNW seperti dikutip Sabtu (24/10).

Dia mendorong MPDI dan pesantren untuk terus menyuarakan aspirasi secara konstruktif, baik melalui komunikasi langsung dengan pemangku kebijakan maupun melalui ruang publik dan media sosial. 

BACA JUGA: Asa dan Cita Santri Jateng di Hari Santri Nasional 2026

"Kebutuhan penguatan pesantren menjadi kepentingan bersama yang dirasakan oleh berbagai daerah," katanya. 

Sementara itu, Sekretaris Umum MPDI Abdurrahman Abdul Hasib mengatakan dukungan pemerintah melalui Dana Abadi Pesantren perlu berjalan beriringan dengan penguatan kemandirian lembaga pendidikan keagamaan.

Kiai Abdurrahman mengapresiasi dukungan para wakil rakyat yang turut memperjuangkan kebijakan bagi pesantren. 

Namun, dia mengingatkan bahwa kemandirian merupakan salah satu karakter penting dalam tradisi pesantren yang harus terus dipelihara.

Menurutnya, pesantren memiliki pengalaman panjang dalam membangun kemandirian melalui kegiatan pendidikan, pertanian, kewirausahaan, koperasi, dan berbagai aktivitas produktif lainnya. 

"Semangat tersebut perlu dikembangkan agar pesantren semakin kuat secara ekonomi dan mampu menjaga keberlanjutan pendidikan serta dakwahnya," ujar dia.

Kiai Abdurrahman menganggap penting menyiapkan santri agar hadir di ruang publik dan politik dengan bekal akhlak, ilmu, serta keberpihakan ke rakyat.

"Santri diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin di lingkungan pesantren, tetapi juga berkontribusi sebagai tokoh masyarakat, negarawan, dan pemimpin bangsa," kata Kiai Abdurrahman. (ast/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banyak Truk Sumatera Isi BBM Full Tank di Banten, Pemprov Minta Tambah Kuota
• 22 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Dikabarkan Bentuk Tim Seleksi KPU-Bawaslu, Komisi II DPR Minta Ditunda
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Arif Fathoni Minta Pemkot Surabaya Tunda Penertiban yang Berpotensi Picu Gesekan Sosial
• 6 jam laluberitajatim.com
thumb
Bahlil Bidik PNBP ESDM Rp165 Triliun pada 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PEVS 2026 Digelar 29 Oktober, Hadirkan Lebih dari 38 Merek Kendaraan Listrik
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.