Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia berpotensi memiliki tambahan opsi di lini pertahanan melalui kehadiran Reno Munz. Bek muda yang kini memperkuat KVC Westerlo itu disebut memiliki hak membela skuad Garuda berkat akar keturunannya.
Peluang tersebut mencuat setelah klub asal Belgia itu menyinggung latar belakang Indonesia yang dimiliki Reno. Meski demikian, status kelayakannya tetap perlu dipastikan berdasarkan aturan yang berlaku.
Sebagai informasi, Reno saat ini berkarier di Liga Belgia setelah bergabung dengan KVC Westerlo pada 1 Juli 2026. Ia menandatangani kontrak berdurasi empat musim setelah meninggalkan klub Jerman, SpVgg Greuther Fürth.
Dalam pengumuman perekrutannya, Westerlo menggambarkan Reno sebagai bek muda berbakat dengan kemampuan bermain di beberapa posisi. Klub juga menyoroti kualitas teknis, pemahaman permainan, serta etos kerjanya.
“Dengan merekrut Reno Münz, KVC Westerlo mendapatkan bek berbakat dan serbabisa,” demikian pernyataan klub saat mengumumkan kedatangannya.
Pernyataan Westerlo menjadi perhatian karena turut membahas peluang Reno memperkuat Timnas Indonesia. Klub tersebut menyebut latar belakang keturunan Indonesia membuat sang pemain berhak membela tim nasional Garuda.
“Karena akar keturunan Indonesianya, ia juga berhak membela tim nasional Indonesia,” tulis Westerlo dalam pengumuman tersebut.
Meski demikian, pernyataan klub itu belum otomatis memastikan Reno dapat langsung memperkuat Indonesia. Status kewarganegaraan dan persyaratan perpindahan asosiasi, jika diperlukan, tetap harus diperiksa sesuai regulasi FIFA.
Reno memiliki perjalanan karier yang cukup menarik sebelum menapaki kompetisi sepak bola Belgia. Ia pernah menimba ilmu di akademi SC Fortuna Köln dan Bayer Leverkusen sebelum memperkuat Greuther Fürth.
Dilansir dari Transfermarkt, Reno telah mencatatkan lebih dari 100 penampilan di berbagai level kompetisi Jerman. Dari jumlah tersebut, ia disebut mengoleksi 48 penampilan di Bundesliga 2.
Bek kelahiran Jakarta itu memiliki tinggi badan sekitar 1,88 meter. Postur tersebut menjadi salah satu modalnya dalam menjalankan peran di sektor pertahanan.
Selain bermain sebagai bek tengah, pemain yang memiliki market value 1,8 juta euro atau setara Rp31 miliar ini juga dapat ditempatkan di posisi bek kiri dan gelandang bertahan. Fleksibilitas itu berpotensi memberinya nilai tambah apabila masuk dalam pemantauan tim pelatih Indonesia.




