Laporan Rahasia CIA Bocor! Israel Terancam Perang Saudara, Ini Pemicu Besarnya!

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Israel disebut menghadapi risiko krisis internal yang dapat berkembang menjadi konflik sipil, bahkan mengancam stabilitas institusi negara.

Peringatan tersebut muncul dalam pemberitaan mengenai laporan rahasia Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang menyoroti semakin tajamnya perpecahan politik, tekanan ekonomi, dan kelelahan militer setelah bertahun-tahun terlibat konflik di kawasan.

Laporan yang disebut disusun pada Agustus 2026 itu berjudul Fracture From Within atau “Retak dari Dalam”. Drop Site News, dalam laporan yang diterbitkan bersama Capital & Empire pada 5 Oktober 2026, menyebut penilaian tersebut dibuat oleh unit Red Cell CIA.

Unit ini bertugas menguji asumsi yang sudah umum digunakan dan mengembangkan analisis alternatif mengenai berbagai risiko strategis.

Mengutip dua sumber Amerika Serikat yang mengetahui isi dokumen tersebut, Drop Site News melaporkan bahwa para analis CIA menilai sejumlah persoalan di Israel berpotensi saling memperburuk.

Persoalan itu meliputi meningkatnya biaya perang, tekanan ekonomi, kelelahan tentara cadangan, perselisihan wajib militer, kekerasan pemukim di Tepi Barat, serta ketidakstabilan politik di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Salah satu sumber intelijen AS yang dikutip dalam laporan tersebut memperingatkan bahwa Israel mungkin hanya berjarak satu pemicu dari konflik internal yang nyata.

BACA JUGA:Israle Ketar-ketir! Fasilitas Nuklir Dimona Masuk Ancaman Iran, IRGC Klaim Siapkan Senjata Mematikan!

Meski demikian, dokumen lengkap itu belum dipublikasikan secara terbuka. CIA juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi Drop Site News. Karena itu, penilaian tersebut perlu dipahami sebagai laporan yang diberitakan berdasarkan keterangan sumber, bukan bukti bahwa perang saudara atau keruntuhan negara Israel pasti akan terjadi.

Salah satu persoalan utama yang disoroti dalam laporan tersebut adalah dampak berkepanjangan dari operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Iran terhadap kehidupan masyarakat di dalam negeri.

Mobilisasi tentara cadangan secara berulang dilaporkan mengganggu kehidupan keluarga, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi warga. Pada saat bersamaan, kebutuhan belanja pertahanan meningkat, sementara masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup.

Kondisi tersebut berpotensi memperbesar ketegangan di antara kelompok masyarakat yang merasa menanggung beban perang secara tidak seimbang.

Sebagian warga harus berulang kali meninggalkan pekerjaan dan keluarga untuk menjalani tugas militer, sedangkan kelompok lainnya tidak menghadapi kewajiban yang sama.

Laporan yang diberitakan Drop Site News juga menyoroti kondisi tentara dan personel cadangan yang kembali setelah menjalani penugasan panjang. Sebagian di antaranya disebut mengalami tekanan psikologis akibat pengalaman di medan perang.

Jika persoalan tersebut bertemu dengan polarisasi politik dan ketegangan sosial yang semakin tajam, risiko bentrokan internal dikhawatirkan meningkat. Namun, hal itu merupakan salah satu risiko yang dianalisis, bukan kepastian bahwa para veteran akan terlibat dalam konflik sipil.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AirAsia Turunkan Harga Tiket Domestik 12 Persen Selama Nataru
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Marquez Kembali Pimpin Klasemen Setelah Menangi Sprint Australia
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
​Niat Serang Balik Bawa Senjata, Donny Malah Tewas Ditembak! 4 Teman Pacek Diciduk!
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Akademisi Ilmu Sosial Sebut Kepemimpinan Ahmad Luthfi Merakyat-Humanis
• 9 jam laludetik.com
thumb
Tarif Taksi Cermin Ketimpangan Ekonomi Kota
• 9 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.