BEI NTT Perkuat 23 Galeri Investasi untuk Gaet Investor Muda, Jumlah Investor Tembus 292 Ribu Orang

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengoptimalkan peran 23 Galeri Investasi untuk meningkatkan literasi keuangan dan mendorong pertumbuhan investor muda, seiring jumlah investor pasar modal di provinsi tersebut yang mencapai 292.572 orang hingga September 2026.

Kepala BEI Perwakilan NTT Adevi Sabath Sofani mengatakan Galeri Investasi menjadi salah satu sarana edukasi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, untuk mengenal pasar modal.

Menurutnya, setiap galeri memiliki kewajiban menyelenggarakan kegiatan edukasi secara berkala sesuai perjanjian kerja sama dengan BEI.

“Setiap galeri investasi wajib melaksanakan minimal empat kegiatan dalam setahun untuk mendukung edukasi dan peningkatan partisipasi masyarakat di pasar modal, sesuai dengan perjanjian kerja sama,” kata Adevi di Kupang, Sabtu (24/10/2026).

BEI juga berencana memperluas keberadaan Galeri Investasi Edukasi ke tingkat sekolah menengah atas (SMA) pada 2027 melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

BEI NTT Miliki 23 Galeri Investasi

Adevi menjelaskan bahwa hingga 2026 terdapat 23 Galeri Investasi yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Jumlah tersebut terdiri atas 15 Galeri Investasi perguruan tinggi dan delapan Galeri Investasi Edukasi.

Galeri Investasi berfungsi sebagai wadah untuk memperkenalkan produk pasar modal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi.

Menurut Adevi, sejumlah galeri menunjukkan aktivitas edukasi yang cukup tinggi, termasuk yang berada di Universitas Nusa Cendana dan lingkungan politeknik.

“Kegiatan seperti di Undana, di Poltek, itu bisa sampai 90 kegiatan dalam satu tahun,” kata Adevi.

Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya BEI meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pasar modal.

BEI NTT juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap aktivitas setiap Galeri Investasi untuk memastikan program edukasi terus berjalan.

Galeri Investasi Bisa Ditutup Jika Tidak Aktif

Adevi menegaskan bahwa keberadaan Galeri Investasi harus diikuti dengan pelaksanaan kegiatan edukasi secara berkelanjutan.

Setiap galeri diwajibkan menyelenggarakan sedikitnya empat kegiatan dalam satu tahun sesuai ketentuan kerja sama.

BEI akan mengevaluasi galeri yang tidak memenuhi kewajiban tersebut.

“Sampai tiga tahun berturut-turut tidak memenuhi ketentuan, kita bisa melakukan penutupan Galeri Investasi,” katanya.

Menurutnya, evaluasi tersebut diperlukan agar Galeri Investasi benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat.

Dengan kegiatan yang aktif, galeri diharapkan dapat menjadi tempat pembelajaran investasi bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

BEI Berencana Perluas Galeri Investasi ke SMA pada 2027

Untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal, BEI Perwakilan NTT menyiapkan rencana pendirian Galeri Investasi Edukasi di tingkat SMA pada 2027.

Program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Sebagai tahap awal, BEI menjadwalkan kegiatan sosialisasi bagi perwakilan sekolah yang memenuhi persyaratan.

“Sosialisasi kepada perwakilan sekolah yang memenuhi persyaratan dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026 di Kota Kupang,” ujar Adevi.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pengetahuan pasar modal kepada generasi muda sejak berada di bangku sekolah.

Investor Muda Dominasi Pasar Modal NTT hingga 86,88 Persen

Sementara itu, Kepala Unit Pemeriksaan 1 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Dayinta Ayuningtyas mengungkapkan bahwa investor pasar modal di NTT didominasi kelompok usia muda.

Kelompok investor berusia di bawah 30 tahun dan 31–40 tahun menjadi penyumbang terbesar dalam komposisi investor di provinsi tersebut.

“Investor pasar modal di NTT didominasi oleh investor muda berusia kurang dari 30 tahun dan 31-40 tahun dengan total 86,88 persen,” katanya.

Dari sisi pekerjaan, sebanyak 65,6 persen investor berasal dari kelompok karyawan swasta, pegawai negeri, guru, anggota TNI/Polri, dan pensiunan.

Berdasarkan data KSEI per 30 September 2026, jumlah investor pasar modal di NTT mencapai 292.572 orang.

Dengan jumlah tersebut, NTT menempati peringkat ke-26 dari 38 provinsi di Indonesia berdasarkan jumlah investor.

Kabupaten Kupang tercatat sebagai wilayah dengan jumlah investor terbanyak di NTT, yakni 34.116 orang.

Investor Pasar Modal Nasional Capai 32,16 Juta Orang

Dayinta juga menyampaikan bahwa pertumbuhan investor tidak hanya terjadi di Nusa Tenggara Timur, tetapi juga secara nasional.

Berdasarkan data KSEI, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 32,16 juta orang pada akhir September 2026.

Angka tersebut meningkat 58 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan investasi di pasar modal.

Melalui penguatan Galeri Investasi dan perluasan edukasi ke sekolah, BEI NTT berupaya meningkatkan pemahaman investasi sekaligus memperluas jumlah investor di daerah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah Bank Sentral Dunia Tarik Penyimpanan Cadangan Emas ke Luar AS
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kerjasama Jannah Firdaus dan BSI Perkuat Layanan Masyarakat Menunaikan Ibadah Haji
• 21 jam laludisway.id
thumb
Kemendikdasmen Tekankan Pentingnya Riset dan Berpikir Kritis bagi Siswa
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
BNPB evaluasi penanganan karhutla usai enam relawan tewas
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, Prioritaskan Kebutuhan Domestik
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.