Mengenal Red String Theory, Kepercayaan tentang Jodoh Menurut Budaya Jepang dan Tiongkok

beautynesia.id
1 jam lalu
Cover Berita

Berbicara tentang jodoh memang tak pernah ada habisnya. Pembahasannya selalu menarik karena jodoh sendiri sangat misterius, tidak bisa ditebak siapa orangnya, kapan dia akan hadir, serta menyangkut harapan akan masa depan.

Menariknya, ada sebuah kepercayaan mengenai adanya benang merah tak kasat mata yang menghubungkan dua orang yang memang ditakdirkan untuk bertemu. Kedengarannya romantis sekaligus misterius kan, Beauties?

Kepercayaan mengenai jodoh ini dikenal dengan ‘Red String Theory’ atau teori benang merah, yang begitu populer di Jepang dan China. Ketika pertemuan dua orang terasa seperti sudah direncanakan oleh semesta.

Lantas, apa itu ‘Red String Theory’ sebenarnya? Apakah teori ini benar adanya? Dikutip dari detikJateng, berikut rangkuman informasinya.

(ria/ria)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngeri Penembakan di Pinggiran Paris, 1 Orang Tewas dan 4 Terluka
• 21 jam laludetik.com
thumb
Ada Renovasi di Gerbang Tol Banyu Urip Malam Ini, Jasa Marga Bakal Terapkan Contraflow
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, GREAT Institute Soroti 8 Capaian Pemerintah
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Ketika Madura United Benamkan Superioritas Persib Bandung dan Tancapkan Persija di Puncak
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.