PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan tol secara berkala untuk menjaga kondisi infrastruktur sekaligus meminimalkan gangguan terhadap perjalanan pengguna jalan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan perbaikan jalan tol dilakukan dengan menyesuaikan kondisi perkerasan dan tingkat kerusakan di lapangan. Penanganan tersebut diperlukan agar kualitas jalan tetap terjaga di tengah beban lalu lintas yang berlangsung setiap hari.
“Jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh. Pemeliharaan yang tepat menjadi bagian penting dalam mempertahankan keandalan infrastruktur dalam jangka panjang, karena kualitas jalan tol yang terjaga turut mendukung perjalanan pengguna jalan yang lancar, aman dan nyaman,” ujar Rivan dalam keterangannya, Sabtu (24/10).
Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga menerapkan sejumlah metode perbaikan sesuai jenis dan tingkat kerusakan. Untuk kerusakan ringan, penanganan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik kerusakan. Sementara itu, metode scrapping dan filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang mengalami penurunan kualitas dan menggantinya dengan lapisan baru.
Untuk kerusakan yang lebih berat, perbaikan dapat dilakukan melalui rekonstruksi perkerasan, baik pada jalan beraspal maupun beton. Pekerjaan ini mencakup pembongkaran bagian perkerasan yang rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton.
Rivan mengatakan, durasi rekonstruksi berkisar satu hingga empat hari, bergantung pada tingkat kerusakan, metode penanganan, dan kondisi lapangan. Khusus pekerjaan beton, jalan baru dapat dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
Untuk mengurangi dampak pekerjaan terhadap kelancaran lalu lintas, kata dia, pekerjaan preservasi tertentu dijadwalkan pada malam hari, khususnya pukul 22.00 hingga 05.00. Pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan penanganan di lapangan.
“Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan terus kami evaluasi, mulai dari pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan hingga pengamanan di lokasi, agar gangguan perjalanan dapat diminimalkan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan,” tutup Rivan.
ODOL Jadi Tantangan Pemeliharaan Jalan TolRivan menyebut, selain kondisi perkerasan dan beban lalu lintas harian, kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) juga menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas jalan tol. Beban kendaraan yang melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan, memperpendek umur layanan jalan, serta meningkatkan kebutuhan pemeliharaan.
“Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol,” kata Rivan.
Rivan menambahkan, upaya menjaga kualitas jalan tol juga menjadi bagian dari peningkatan layanan kepada pengguna jalan, termasuk melalui integrasi pemeliharaan infrastruktur, fasilitas tempat istirahat atau rest area, dan layanan informasi perjalanan.
“Jasa Marga terus memperkuat integrasi tiga pilar layanan meliputi preservasi, rest area, dan layanan informasi jalan tol, sebagai bagian dari transformasi pelayanan untuk meningkatkan customer experience,” ujarnya.
Menurut Rivan, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan berbasis customer experience dan customer journey. Upaya ini, lanjut dia, juga selaras dengan arahan Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi pelayanan BUMN untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
"Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan, serta tetap mengutamakan keselamatan berkendara," jelasnya.





