OJK Bekali Mahasiswa IBS Pahami Risiko Keuangan Digital

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui edukasi pembiayaan digital di Indonesia Banking School (IBS), Jakarta. Sebanyak 137 mahasiswa dan 15 dosen mengikuti kuliah umum untuk memahami manfaat, risiko, dan prospek pembiayaan digital di tengah pesatnya transformasi sektor jasa keuangan.

Kegiatan bertajuk OJK Mengajar 2026 tersebut mengangkat tema “Pembiayaan Digital: Manfaat, Risiko dan Prospek”. Edukasi ini diarahkan agar mahasiswa tidak sekadar mampu menggunakan aplikasi keuangan, tetapi juga memahami konsekuensi dan tanggung jawab dalam memanfaatkan layanan tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah proses pembiayaan menjadi lebih cepat dan mudah diakses.

Namun, pemanfaatan teknologi perlu dibarengi literasi yang memadai. Pengguna harus memahami risiko pembiayaan serta memastikan kemampuan memenuhi kewajiban sebelum mengambil pinjaman.

“​​Kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi yang memadai, pemahaman risiko, serta kemampuan memenuhi kewajiban agar manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,” tegas Agusman, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurut Agusman, pembiayaan digital juga berpotensi memperluas inklusi keuangan dan mendukung pengembangan sektor produktif. Meski begitu, manfaat tersebut perlu ditopang konektivitas dan infrastruktur digital yang memadai.

OJK juga menaruh perhatian pada risiko penyalahgunaan data pribadi dan penipuan (fraud) yang dapat muncul seiring perkembangan layanan digital. Karena itu, penguatan kebijakan, pengawasan, dan perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri.

Ketua Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), Priyanto Budi Nugroho, mengapresiasi pelaksanaan kuliah umum tersebut. Menurutnya, edukasi pembiayaan digital penting agar mahasiswa memahami inovasi keuangan sekaligus risiko yang menyertainya.

“Di era digital, pemanfaatan inovasi tidak hanya untuk memperoleh pertumbuhan dan keuntungan, tetapi juga harus diimbangi dengan manajemen risiko dan tanggung jawab. Ketiganya merupakan satu paket yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Priyanto.

Ia berpesan agar mahasiswa membekali diri dengan literasi yang cukup, baik sebagai calon profesional di sektor keuangan maupun sebagai pengguna layanan digital.

Ia menegaskan literasi digital tidak cukup hanya dengan kemampuan mengoperasikan aplikasi, tetapi juga mencakup pemahaman risiko dan tanggung jawab dalam menggunakan akses pembiayaan.

“Di situlah tema-tema literasi seperti ini tetap menjadi penting, dan menjadi bagian dari manajemen risiko.” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Sri Kurniati, serta jajaran pimpinan Indonesia Banking School.

Melalui program OJK Mengajar, OJK berupaya meningkatkan pemahaman civitas akademika mengenai sektor jasa keuangan dan perkembangan pembiayaan digital agar generasi muda dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (edo)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jreng! Ini Daftar 7 Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Alipay, Pix, hingga Swish: Cara 5 Negara Kembangkan QR Code Payment Terdepan
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kini Akui Renggang karena Polemik Ijazah, Jusuf Kalla Cerita Awal Mula Dampingi Jokowi karena Megawati
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kantongi Investasi Rp116 Triliun, Sulawesi Tengah Masih Buka Pintu untuk Investor
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Nurdin Halid, Fadil Imran, IMB hingga Kapolda Sulsel Adu Padel di Makassar
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.