Kronologi Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Sumur Tertutup Beton di Bogor, Sempat Dilaporkan Hilang 2 Hari

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang bocah berusia 7 tahun ditemukan tewas di dalam sumur tertutup beton di Balai RW 18, Desa Bojongnangka, Gunung Putri, Bogor. Bocah bernama Fathan Afhary itu ditemukan tak bernyawa pada Jumat (23/10/2026).

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Gunungputri Kompol Hillal Adi Imawan. Hilal Adi menyebut korban dievakuasi dari dasar sumur kedalaman 10 meter yang tertutup beton di kawasan Balai RW 18, Perumahan Villa Permata Mas, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Setelah berhasil diangkat dari dalam sumur, jasad korban dibawa untuk diserahkan kepada pihak keluarga," kata Kompol Hillal dalam keterangannya saat dikonfirmasi, Jumat, dalam Tribunnews.com.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya, korban dimakamkan di pemakaman Inkopad, Depok," imbuhnya.

Kronologi Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Sumur Tertutup Beton di Bogor

Peristiwa memilukan ini bermula pada Rabu (21/10/2026) sore, dua hari sebelum korban ditemukan. Melansir Kompas.com, Fathan terakhir kali terlihat mengenakan baju lengan pendek berwarna biru.

Ia sempat berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi bermain di lapangan Balai RW bersama kakaknya. Namun sayang, hingga pukul 17.30 WIB, sang kakak pulang ke rumah seorang diri tanpa didampingi Fathan.

"Kakaknya pulang ke rumah seorang diri. Saat ditanyakan oleh ibunya, adiknya (Fathan) diketahui belum kembali," kata Kapolsek Gunung Putri Kompol Hillal Adi Imawan kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan kesaksian warga, korban sempat terlihat antara pukul 17.00 hingga 18.00 WIB di sekitar perumahan. Seorang warga setempat bernama Muji mengungkapkan bahwa pergerakan Fathan sempat tertangkap kamera pengawas (CCTV).

Kala itu, korban terlihat berjalan bersama seorang perempuan paruh baya menuju arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mencos, tak jauh dari perumahan tempat tinggal korban.

 

"Sekitar jam 5 sampai 6 sore, berdasarkan CCTV, terlihat anak itu dibawa nenek-nenek ke arah makam," ujar Muji.

Keluarga bersama Bhabinkamtibmas Desa Bojong Nangka dan warga langsung melakukan pencarian mandiri di sekitar kawasan perumahan hingga area TPU Karanggan. Namun karena tak kunjung ditemukan, pihak keluarga lantas lapor Polsek Bogor.

Sepanjang hari Kamis (22/10/2026), pencarian terhadap korban terus dilakukan. Pihak kepolisian bersama warga menyisir berbagai titik di sekitar lokasi kejadian namun tak membuahkan hasil.

Korban Ditemukan Usai 2 Hari Pencarian

Pada Jumat (23/10/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor bersama Tim K9 (anjing pelacak) bersiap melakukan penyisiran ulang di lokasi. Saat persiapan berlangsung, seorang warga berinisial R mendatangi petugas dan menyampaikan kecurigaannya terhadap sumur tua di kawasan Balai RW 18.

"Saat kegiatan berlangsung, seorang saksi berinisial R menghampiri petugas dan menyampaikan kecurigaannya terhadap sebuah sumur yang berada di Balai RW 18," kata Kompol Hillal.

"Kecurigaan tersebut muncul karena sumur itu belum pernah diperiksa oleh warga selama proses pencarian orang hilang yang telah berlangsung sejak Rabu dan Kamis," lanjutnya.

Setelah mendapat informasi itu, petugas langsung menuju lokasi untuk membuka penutup beton sumur tersebut. Siapa sangka, setelah tutup sumur dibuka, petugas menemukan korban berada di dasar sumur sedalam 10 meter dalam posisi tengkurap.

Petugas kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Gunung Putri untuk melakukan proses evakuasi. Petugas Damkar menggunakan teknik mountaineering dengan sistem hauling (katrol) untuk mengangkat tubuh korban dari dasar sumur.

"Setelah berhasil diangkat dari dalam sumur, jasad korban dibawa untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya, korban dimakamkan di pemakaman Inkopad, Depok," jelas Kompol Hillal.

Meski keluarga menolak otopsi, polisi tetap melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab meninggalnya korban. Demikianlah kronologi bocah 7 tahun ditemukan tewas di dalam sumur tertutup beton di Bogor. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inilah Jabatan Tendik PPPK & PPPK Paruh Waktu yang Harus Diprioritaskan Disetarakan Guru
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Momen Jokowi, Gibran & Kaesang Duduk Bersama di Nikahan Anak Andi Azwan
• 3 menit lalukompas.tv
thumb
Anggota DPR Dorong Karhutla Sebagai Terorisme Lingkungan Masuk RUU Kehutanan
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Angin Kencang Picu Karhutla Meluas di Kalteng, 3 Hektare Terbakar | KOMPAS SIANG
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Menanti Duet Maut Jose Enrique-Sergio Castel di Persik, Marcos Reina: Sabar, Tunggu Momen yang Tepat
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.