Jakarta (ANTARA) - Mencuci wajah pada pagi dan malam hari merupakan rutinitas perawatan kulit yang umum dilakukan. Namun, waktu terbaik untuk membersihkan wajah sebenarnya bergantung pada jenis kulit, aktivitas sehari-hari, dan produk perawatan yang digunakan.
Dokter spesialis kulit Jon Kibbie, MD, yang merupakan asisten profesor dermatologi di University of Colorado Anschutz School of Medicine, mengatakan sebagian besar orang dapat mencuci wajah satu hingga dua kali sehari.
Dalam laman Health pada Sabtu (24/10) melaporkan, Kibbie menjelaskan bahwa mencuci wajah pada pagi dan malam hari dapat menjadi pilihan praktis. Namun, tidak ada perbedaan berarti antara mencuci wajah saat mandi pagi atau setelah mandi.
Baca juga: Kiat memilih sabun wajah dan membersihkan wajah dengan tepat
Waktu mencuci wajah juga dapat disesuaikan dengan aktivitas. Orang yang berolahraga atau banyak berkeringat pada siang hari, misalnya, dapat menyesuaikan rutinitas pembersihan wajah untuk menghilangkan keringat dan minyak berlebih.
Sementara itu, waktu mencuci wajah pada malam hari perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang menggunakan produk perawatan kulit sebelum tidur, seperti retinoid.
Kibbie menyarankan agar wajah dibersihkan lebih dekat dengan waktu tidur daripada beberapa jam sebelumnya. Dengan begitu, seseorang dapat melanjutkan rutinitas perawatan malam setelah membersihkan wajah.
Baca juga: 10 mitos tentang cuci muka versi ahli dermatologi
Bagi orang yang hanya ingin mencuci wajah sekali sehari, tidak ada waktu yang mutlak paling baik. Pilihan pagi atau malam dapat disesuaikan dengan rutinitas masing-masing.
Meski demikian, Kibbie menyarankan untuk memprioritaskan pembersihan wajah pada malam hari apabila sulit mempertahankan kebiasaan mencuci wajah setiap pagi.
Konsistensi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam membangun rutinitas perawatan kulit. Karena itu, waktu mencuci wajah sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas harian dan kebutuhan kulit, bukan semata-mata mengikuti jadwal yang berlaku bagi orang lain.
Baca juga: Pembersih scrub sebaiknya dipakai sebulan sekali
Baca juga: Kenapa harus cuci muka setelah bangun tidur? Ini alasannya
Dokter spesialis kulit Jon Kibbie, MD, yang merupakan asisten profesor dermatologi di University of Colorado Anschutz School of Medicine, mengatakan sebagian besar orang dapat mencuci wajah satu hingga dua kali sehari.
Dalam laman Health pada Sabtu (24/10) melaporkan, Kibbie menjelaskan bahwa mencuci wajah pada pagi dan malam hari dapat menjadi pilihan praktis. Namun, tidak ada perbedaan berarti antara mencuci wajah saat mandi pagi atau setelah mandi.
Baca juga: Kiat memilih sabun wajah dan membersihkan wajah dengan tepat
Waktu mencuci wajah juga dapat disesuaikan dengan aktivitas. Orang yang berolahraga atau banyak berkeringat pada siang hari, misalnya, dapat menyesuaikan rutinitas pembersihan wajah untuk menghilangkan keringat dan minyak berlebih.
Sementara itu, waktu mencuci wajah pada malam hari perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang menggunakan produk perawatan kulit sebelum tidur, seperti retinoid.
Kibbie menyarankan agar wajah dibersihkan lebih dekat dengan waktu tidur daripada beberapa jam sebelumnya. Dengan begitu, seseorang dapat melanjutkan rutinitas perawatan malam setelah membersihkan wajah.
Baca juga: 10 mitos tentang cuci muka versi ahli dermatologi
Bagi orang yang hanya ingin mencuci wajah sekali sehari, tidak ada waktu yang mutlak paling baik. Pilihan pagi atau malam dapat disesuaikan dengan rutinitas masing-masing.
Meski demikian, Kibbie menyarankan untuk memprioritaskan pembersihan wajah pada malam hari apabila sulit mempertahankan kebiasaan mencuci wajah setiap pagi.
Konsistensi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam membangun rutinitas perawatan kulit. Karena itu, waktu mencuci wajah sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas harian dan kebutuhan kulit, bukan semata-mata mengikuti jadwal yang berlaku bagi orang lain.
Baca juga: Pembersih scrub sebaiknya dipakai sebulan sekali
Baca juga: Kenapa harus cuci muka setelah bangun tidur? Ini alasannya





