PalmCo perkuat kemitraan petani sawit untuk tingkatkan pasokan TBS

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani sawit rakyat untuk meningkatkan pasokan tandan buah segar (TBS) sekaligus mempercepat peremajaan perkebunan rakyat.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha mengatakan keterlibatan petani rakyat menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional.

"Kekuatan baru akan tercipta jika kita menggandeng dan mengintegrasikan 42 persen kekuatan petani sawit rakyat," kata Arya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu

Menurut dia, perkebunan milik PTPN hanya mencakup sekitar lima persen dari luas perkebunan sawit nasional, sedangkan perkebunan swasta mencapai 53 persen dan perkebunan rakyat 42 persen.

Ia menilai kemitraan dengan petani dapat memperkuat ketersediaan bahan baku industri sekaligus membuka akses pendampingan dan pemasaran hasil panen bagi pekebun rakyat.

Penguatan kemitraan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Gathering Petani Mitra 2026 yang diselenggarakan PTPN IV Regional III di Bandung, Jawa Barat, pada pertengahan Oktober 2026.

Pelaksana Tugas Region Head PTPN IV Regional III Sori P Ritonga mengatakan kemitraan perusahaan dengan petani sawit di Riau telah berlangsung sejak era 1980-an, ketika wilayah operasional tersebut masih menjadi bagian dari PTPN V.

Menurut keterangan perusahaan, Regional III saat ini mengelola kemitraan kebun masyarakat seluas lebih dari 56.000 hektare, sedangkan luas kebun inti perusahaan sekitar 71.000 hektare.

Melalui sistem manajemen tunggal, lanjut dia, perusahaan memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari pengelolaan kebun, penerapan teknik budi daya, penguatan kelembagaan hingga pemasaran hasil panen.

Salah satu hasil pendampingan terlihat pada Koperasi Unit Desa (KUD) Tunas Muda yang mencatat produktivitas sebesar 21,3 ton TBS per hektare pada tahun menghasilkan kedua (TM 2) setelah mengikuti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Menurut perhitungan perusahaan, produktivitas kebun tersebut sekitar 43 persen lebih tinggi dibandingkan standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) untuk tanaman pada fase pertumbuhan yang sama.

Hingga Oktober 2026, sekitar 3.100 hektare kebun petani mitra Regional III telah memperoleh rekomendasi teknis PSR, atau hampir 70 persen dari target tahun ini seluas 4.500 hektare.

Perusahaan selanjutnya memproyeksikan pengelolaan lahan plasma melalui program peremajaan dapat mencapai 22.000 hektare secara bertahap pada periode 2027–2028.

PalmCo juga menggulirkan PSR Award 2026 sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi atas pelaksanaan peremajaan sawit rakyat bersama mitra perusahaan.

Selain peremajaan, Sori mengatakan kontribusi TBS dari kebun mitra terhadap total pasokan perusahaan meningkat dari sekitar sembilan persen pada 2019 menjadi 34 persen saat ini.

Dalam rencana jangka panjang yang dipaparkannya, kontribusi pasokan dari kemitraan ditargetkan meningkat menjadi 45 persen dalam jangka menengah dan mencapai 85 persen pada 2030.

Untuk 2026, Regional III memproyeksikan produktivitas kebun mencapai 24,5 ton per hektare, sedangkan pembelian TBS dari kemitraan PSR ditargetkan mencapai satu juta ton.

"Dari sisi kemitraan, pembelian TBS dari program PSR ditargetkan mencapai satu juta ton, melampaui rata-rata tahun sebelumnya yang berada di kisaran 900 ribu ton," ujar Sori.

Sori mengatakan peningkatan produktivitas dan pembelian TBS tersebut diharapkan turut menopang estimasi laba perusahaan sebesar Rp3,1 triliun pada 2026.

Ia menambahkan peningkatan penyerapan hasil panen perlu disertai upaya menjaga harga pembelian TBS agar tetap bersaing di tengah fluktuasi harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

"Kami berupaya menjaga harga beli di tingkat petani tetap stabil dan bersaing," katanya.

Menurut Sori, kepastian penyerapan hasil panen menjadi salah satu faktor penting bagi petani untuk menjaga keberlangsungan usaha, sementara bagi perusahaan kemitraan tersebut dapat memperkuat kesinambungan pasokan bahan baku.



Baca juga: PTPN IV PalmCo gandeng Kemendag cari pasar baru ekspor sawit RI

Baca juga: PalmCo catat premi sawit Rp190,78 miliar hingga September 2026

Baca juga: PalmCo salurkan jutaan liter air bersih-masker bagi korban karhutla


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Asep Surya Atmaja, Bupati Bekasi yang Resmi Dilantik oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenhub Pastikan 10 Orang Selamat dalam Insiden Pesawat Asian One Air
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mensos Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar di Perlinsos Digital Hingga Akhir 2026
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Teratas, Disusul PDIP dan Golkar
• 30 menit laludetik.com
thumb
Soal Definisi Korupsi Diubah, Menko Yusril: Tak Bisa Sembarangan Cuma Demi Terlihat Heroik
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.