Jakarta: Siswa SMP Global Mandiri Jakarta mengembangkan inovasi MindAid Pouch, alat bantu portabel untuk mendukung pengelolaan emosi dan rutinitas sehari-hari individu dengan gangguan bipolar. Inovasi ini mengantarkan mereka meraih medali emas dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026.
Karya dengan tema “Taming the Chaos: MindAid Pouch”ini dikembangkan oleh Salsabila Najwa Adela, Alisha Zahira Reza, Alisha Kirani Yudi Anwar, Kenisha Azzahra Akbar, Angeline Felice Lie, dan Rizuno Kayana Naureen Adesta. Tim memadukan empati dengan penelitian untuk menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan pengguna.
Najwa mengungkapkan, keberhasilan meraih medali emas menjadi pengalaman yang berangkat dari kepedulian jadi inovasi yang bermanfaat, sekaligus mengingatkannya pada usaha bersama seluruh anggota tim. Ia merasa senang karena MindAid Pouch dapat memadukan inovasi untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
“Saya jadi teringat proses yang kami jalani bersama, dari mencari ide, berdiskusi, sampai menyiapkan presentasi. Dan kami saling menyemangati,” kata Najwa dalam keterangannya dikutip Minggu, 25 Oktober 2026. Inovasi yang dilatarbelakangi masalah Pengembangan MindAid Pouch dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi individu dengan gangguan bipolar dalam mengelola perubahan suasana hati, energi, dan aktivitas sehari-hari. Tim berupaya menghadirkan perlengkapan sederhana yang mudah dibawa dan digunakan sebagai pendukung di samping perawatan profesional.
Untuk memahami kebutuhan pengguna, tim mewawancarai psikolog klinis sebelum merancang produk. MindAid Pouch kemudian dikembangkan dengan isi berupa fidget spinner, stress ball, kalender suasana hati, daftar kegiatan harian, serta kartu panduan untuk membantu menenangkan diri.
Baca Juga :
SMA Unggul Garuda Buka Seleksi Kasubbag TU, Ini 4 Lokasi Penempatannya(Ilustrasi. Foto: Freepik)
“Kami berharap MindAid Pouch bisa bermanfaat bagi orang dengan gangguan bipolar, membantu mereka merasa lebih nyaman, mengenali suasana hati, dan menjalani kegiatan sehari-hari. Penelitian kami memang masih tahap awal, tetapi kami ingin terus mengembangkannya dengan masukan pengguna dan tenaga profesional,” tambah Najwa. Sudah ditinjau oleh psikolog klinis Najwa memerinci lebih lanjut, inovasi ini juga ditinjau oleh psikolog klinis dan diuji secara terbatas kepada satu partisipan dewasa dengan gangguan bipolar selama enam hari. Dalam uji awal tersebut, partisipan menyampaikan bahwa perlengkapan sensorik, terutama stress ball, membantu memberikan rasa nyaman dan dukungan untuk menenangkan diri.
Hasil pengukuran menunjukkan penurunan skor gejala selama periode pengamatan. Namun, karena hanya melibatkan satu partisipan dalam waktu singkat, temuan tersebut belum dapat digeneralisasi atau membuktikan bahwa perubahan disebabkan oleh MindAid Pouch. Penelitian lanjutan dengan lebih banyak partisipan dan masa pengamatan lebih panjang diperlukan untuk menilai manfaatnya. Produk ini merupakan alat pendukung, bukan pengganti penanganan medis atau psikologis.
ISIF 2026 merupakan bagian dari rangkaian kompetisi bersama National Science and Invention Fair (NSIF), National Research Teacher Competition (NRTC), dan International Research Teacher Competition (IRTC). Secara keseluruhan, keempat kompetisi tersebut diikuti 1.562 tim, terdiri atas 717 tim daring dan 845 tim luring.
Rangkaian kompetisi berlangsung secara daring pada 6–9 Oktober 2026 dan luring pada 13–17 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro, FISIP UI, Depok. Selain kompetisi, kegiatan ini menghadirkan pertukaran budaya dan seminar untuk memperkaya pengalaman serta wawasan akademik peserta.
Bagi tim SMP Global Mandiri Jakarta, medali emas menjadi penyemangat untuk terus belajar dan menyempurnakan karya. Melalui MindAid Pouch, para siswa belajar bahwa inovasi dapat tumbuh dari kemauan memahami orang lain, bekerja bersama, dan mencari cara untuk memberikan manfaat melalui ilmu pengetahuan.




