Sri Sultan di Awarding BBNKT 2026: Pengabdian Pemuda Harus Berdampak Nyata

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Awarding Night Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026 digelar di Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (23/10) malam. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir di acara tersebut dan berpesan agar para pemuda bisa menciptakan perubahan di tengah masyarakat.

Sri Sultan mengatakan, pengabdian pemuda tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau jumlah peserta, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

"Kita menghormati para pemuda yang mengubah kepedulian menjadi kerja yang terukur. Di balik setiap penghargaan terdapat waktu, tenaga, dan ketekunan, yang sering berlangsung jauh dari perhatian publik," ujar Sri Sultan dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Minggu (25/10).

Ia menegaskan, keberhasilan inovasi sosial harus terlihat dari kemampuannya memperkuat kemandirian warga dan membantu mereka menentukan masa depannya sendiri.

Prinsip tersebut sejalan dengan tema BBNKT 2026, “Bersatu, Bergerak, Berdampak”. Melalui prinsip itu, kebersamaan harus dibangun melalui kepercayaan, gerakan perlu disertai tanggung jawab, dan keberhasilan pada akhirnya ditentukan oleh manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Setiap inovasi sosial perlu diuji dengan tiga pertanyaan. Apakah persoalan warga benar-benar berkurang? Apakah warga terlibat menentukan dan menjalankan solusinya? Apakah manfaatnya bertahan setelah dukungan awal berakhir?" tegas Sri Sultan.

Perjalanan Karang Taruna selama 66 tahun juga menjadi momentum untuk menilai sejauh mana organisasi kepemudaan mampu memperbesar kemampuan masyarakat dalam menentukan masa depannya sendiri.

"Kekuatan Karang Taruna terletak pada kedekatan kader dengan kehidupan warga. Mereka dapat mengenali persoalan di lingkungannya, mulai dari keterbatasan akses air bersih hingga minimnya kesempatan kerja bagi pemuda. Pemetaan kebutuhan tersebut menjadi langkah awal agar program sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi pemberdayaan yang memperkuat kemandirian warga," imbuh Sri Sultan.

Ia mencotohkan peran Karang Taruna Dipo Ratna Muda di Kalurahan Guwosari, Kabupaten Bantul yang mengelola mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga serta mendukung irigasi pertanian. Bahkan kawasan penyangganya juga dikembangkan menjadi wisata edukasi pertanian.

Bagi Sri Sultan, inisiatif tersebut memperlihatkan potensi satu sumber daya lokal untuk menjawab beberapa kebutuhan sekaligus yakni ketersediaan air, produktivitas pertanian, dan peluang ekonomi.

"Agar manfaatnya berkelanjutan, keterlibatan warga perlu dijaga sejak perumusan masalah hingga evaluasi. Penting memanfaatkan teknologi tepat guna, dokumentasi praktik baik, serta pelibatan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan," ungkap Sri Sultan.

Dalam acara ini lima karya yang mendapat penghargaan pada Pekan Inovasi Sosial 2026. Karya tersebut meliputi “Dari Sampah Organik Menjadi Siklus Pangan” oleh Anggun Tri Cahyanto, “Biokonversi Sampah Organik” oleh Dimas Febrianta Nugroho, “Lingkungan Hidup Pariwisata” oleh Eko Sujarno, “Laboratories Sedusun” oleh Kris Meilda Setiawati, serta “Aquaponik Drum” oleh Mona Losinta.

Selain inovator sosial, BBNKT 2026 memberikan penghargaan kepada lima Karang Taruna berprestasi, yakni Karang Taruna Trisula dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; Karang Taruna Dharma Remaja dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah; Karang Taruna Hipenari dari Kabupaten Kulon Progo, DIY; Karang Taruna Asoka dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat; serta Karang Taruna Dharma Santosa dari Kabupaten Badung, Bali.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan. Ia menilai inovasi merupakan cara untuk menjawab persoalan sosial melalui gagasan baru yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Inovasi adalah cara untuk menjawab permasalahan sosial dengan gagasan baru. Saat ini, Karang Taruna Indonesia telah menghasilkan berbagai karya inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya," ucap Agus Jabo.

Ia berharap inovasi tersebut dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tidak berhenti sebagai gagasan atau proyek sesaat. Kreativitas generasi muda, menurutnya, merupakan modal penting untuk menghadirkan solusi atas persoalan sosial di tingkat lokal.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah DIY dan kerja para kader yang berkontribusi di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap siswa Sekolah Rakyat yang mampu menunjukkan prestasi di tengah latar belakang sosial ekonomi yang beragam.

“Saya sangat berbahagia dan bangga melihat putra-putri kita tidak kalah dari siswa sekolah lain. Mungkin latar belakang mereka kurang mampu, tetapi mereka menunjukkan bahwa mereka setara dan mampu berprestasi jika diberikan kesempatan,” ujar Budisatrio.

Di sisi lain, Ketua Panitia BBNKT 2026 sekaligus Wakil Ketua PNKT GKR Hayu menjelaskan, kegiatan tahun ini dirancang untuk memperkuat inovasi sosial dan partisipasi kader.

"Rangkaian agenda mencakup Pekan Inovasi Sosial, penghargaan Karang Taruna berprestasi, forum perempuan, Karang Taruna Fest, dan Olimpiade Bahasa Asing," kata GKR Hayu.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mendorong pemerintah daerah memberi ruang bagi program kepemudaan melalui perencanaan dan penganggaran daerah. Dukungan itu diharapkan memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberi manfaat lebih luas.

"Pada akhirnya, keberhasilan gerakan Karang Taruna tidak berhenti ketika penghargaan diserahkan. Ukurannya adalah ketika lingkungan menjadi lebih terjaga, akses kebutuhan dasar semakin baik, peluang usaha terbuka, dan warga memiliki kemampuan lebih besar untuk mengatasi persoalannya sendiri. Di situlah pengabdian pemuda menemukan maknanya: bukan sekadar hadir membantu, melainkan ikut membangun kemandirian masyarakat," kata Akhmad.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Tragis Pesawat Mendarat Aman, Tapi Seluruh Penumpangnya Tewas
• 23 jam laludetik.com
thumb
Gaya Hidup Ekstrem Vincent Kompany Terungkap Usai Kolaps di Bayern Munich
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Menata RPU, merawat hak warga
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
”Menolak Punah”, Mengetuk Kesadaran Atasi Limbah Fashion dari Hulu
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Muncul Fenomena Spare Part Kipas Angin China Serbu Glodok
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.