Jaga Warisan Budaya Bali, Seruni & Dekranas Dukung Eksistensi Tenun Gringsing

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BALI - Ketua Umum Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih Tri Tito Karnavian bersama Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming mengunjungi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat (23/10). 

Kunjungan itu menjadi bentuk perhatian terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus dukungan bagi kesehatan masyarakat, khususnya para penenun lanjut usia (lansia). 

BACA JUGA: Kemendagri Dorong Daerah Mempercepat Penyelenggaraan PSEL

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan sebanyak 500 unit kacamata bagi para lansia, khususnya penenun kain Gringsing. 

Penyerahan bantuan ini disertai pemeriksaan mata untuk mengetahui tingkat minus setiap penerima, sehingga kacamata yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penglihatan mereka. 

BACA JUGA: Kemendagri Siapkan Tim untuk Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai di Daerah

Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) itu mengaku terkesan dengan kekayaan adat dan budaya yang dimiliki Desa Tenganan Pegringsingan. 

Dia menilai keunikan desa adat tersebut merupakan warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya. 

BACA JUGA: Hadir di HUT ke-46 Dekranas, Selvi Gibran Ajak Pengurus Fokus Pembinaan Kualitas Perajin

“Ini memang suatu desa adat yang harus kita pertahankan adat istiadatnya karena merupakan warisan budaya yang luar biasa,” ujar Tri. 

Dia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat setempat dan berharap kunjungan tersebut dapat mendorong dukungan bagi pengembangan potensi desa, termasuk dalam bidang kebudayaan dan ekonomi. 

Sementara itu, Selvi Gibran Rakabuming menyampaikan kesan positifnya terhadap kehidupan masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan.

Ini terutama tradisi menenun kain Gringsing yang menjadi ciri khas desa tersebut. 

“Saya secara pribadi baru pertama kali datang mengunjungi Desa Adat Tenganan Pegringsingan ini dan sangat terkesan sekali terutama dengan kehidupan di desa adat ini dan juga kain tenunnya yang cukup terkenal adalah namanya kain Gringsing,” ujar Selvi.

 Selvi menekankan pentingnya regenerasi penenun agar keterampilan tradisional tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda. 

Menurutnya, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kain Gringsing tetap menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.

“Kalau yang sepuh-sepuh yang sudah tua-tua sudah pensiun tidak menenun lagi, harapannya ada regenerasi dari yang muda-muda mungkin nanti kalau untuk pembinaan kami dari Dekranas siap untuk membantu,” ungkapnya. 

Selain mendukung pelestarian budaya, Selvi berharap bantuan kacamata yang diberikan dapat bermanfaat bagi para lansia di desa tersebut. 

“Ini sudah ada bantuan 500 kacamata, semoga bantuan itu bermanfaat untuk Bapak-Ibu semuanya,” jelasnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sumsel Jadi Ikon Pameran Kriyanusa 2026 di JCC, Dekranasda Matangkan Persiapan


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyerangan Jukir di Pasar Induk Caringin Bandung Dipicu Salah Paham
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
4 Motor Dilaporkan Hilang di Surabaya dan Sidoarjo, Simak Daftar Nomor Polisinya
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Michael Sugianto Sebut Keributan di Media Sosial Bisa Pengaruhi Minat Investor Asing
• 7 jam lalucumicumi.com
thumb
KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Orang dan 89 Kendaraan, ASDP Siapkan Ganti Rugi
• 22 jam laludisway.id
thumb
PM Singapura Respons Pemangkasan Pasokan Gas dari RI, Kaji Potensi Energi Nuklir
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.