JAKARTA — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kesehatan sendi lutut penting bagi kehidupan dan ibadah. Ibadah yang berkualitas dan nyaman hingga usia lanjut.
Pesan tersebut disampaikan Guru Besar Ortopedi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, MARS, dalam kegiatan bakti sosial ortopedi bertema “Sendi Sehat, Ibadah Nyaman” yang diselenggarakan RS Al Fauzan, Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Baca Juga
PLN Gabungkan Dua Anak Usaha, Hadirkan Subholding PLN Services
Nasib Warga Palestina yang Rumahnya Dihancurkan Zionis
Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Kementerian ESDM Luncurkan Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Menurut Basuki, upaya mempertahankan kesehatan dan fungsi sendi lutut sejalan dengan konsensus global yaitu Save Our Knee Joint atau selamatkan sendi lutut kita. Pendekatan ini menekankan pentingnya mempertahankan fungsi sendi melalui pencegahan, pemeriksaan dini, dan intervensi yang tepat.
“Sendi lutut kita sebenarnya memiliki potensi untuk tetap berfungsi dengan baik hingga usia lanjut. Karena itu, sendi harus dirawat sejak dini, bukan baru diperhatikan ketika sudah mengalami kerusakan berat,” ujar Basuki.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebagai gambaran, dokter spesialis ortopedi yang telah berpraktik lebih dari 25 tahun tersebut menceritakan pengalamannya menangani seorang pasien perempuan berusia 65 tahun yang masih mampu mengikuti lomba maraton internasional.
“Bahkan, dalam satu bulan, ibu tersebut mampu mengikuti dua kali maraton. Ini menunjukkan bahwa usia lanjut tidak selalu identik dengan keterbatasan aktivitas fisik. Dengan kondisi kesehatan yang baik, fungsi sendi dapat tetap dipertahankan hingga usia tua,”tegas dia.
Dia mengingatkan bahwa karakteristik fisik setiap orang berbeda. Aktivitas hidup dan olahraga, terutama yang memberikan beban besar pada sendi lutut, harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Sendi sehat, ibadah lebih nyaman
Bagi umat Islam, kesehatan sendi lutut memiliki makna tersendiri. Gerakan sholat, mulai dari berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud, membutuhkan fungsi sendi dan otot yang baik. Gangguan sendi lutut dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, keterbatasan gerak, bahkan membuat seseorang kesulitan melaksanakan shalat dengan posisi seperti biasanya.
“Sendi yang sehat sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Khusus bagi umat Islam, kesehatan lutut juga berkaitan erat dengan kenyamanan dalam melaksanakan sholat. Karena itu, menjaga kesehatan sendi merupakan bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup dan mendukung kelancaran ibadah,” jelas Basuki.
Kondisi tersebut juga ditemukan dalam kegiatan bakti sosial di RS Al Fauzan. Dari delapan masyarakat yang mendaftar, empat pasien hadir mengikuti pemeriksaan. Seluruhnya perempuan dengan keluhan utama nyeri lutut. Sebagian pasien mengeluhkan nyeri ketika melakukan gerakan sholat, bahkan ada yang harus melaksanakan shalat sambil duduk akibat gangguan pada lututnya.