CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Eskalasi konflik di Yaman kembali memakan korban jiwa setelah serangkaian serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi menghantam kawasan permukiman dan fasilitas industri di Ibu Kota Sanaa pada Sabtu (24/10). Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa insiden ini merenggut nyawa lebih dari 10 orang warga sipil.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan Houthi, gelombang serangan pertama menyasar sebuah pabrik semen beserta kompleks perumahan pekerja yang terletak di Distrik Hamdan, Provinsi Sanaa. Akibat hantaman tersebut, delapan orang dilaporkan meninggal dunia, yang sebagian besar di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka berat dan ringan.
Di hari yang sama, gempuran udara terpisah juga merusak sebuah rumah tinggal di kawasan berbeda di Sanaa. Tragedi ini menyebabkan empat orang penghuni rumah tewas, termasuk dua anak di bawah umur, serta melukai empat korban lainnya yang langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat.
Ketegangan militer di kawasan ini diketahui kembali memuncak sejak Agustus lalu. Pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pendukung Pemerintah Yaman yang beraliansi dengan koalisi Arab Saudi pecah kembali, mengakhiri masa gencatan senjata yang sempat bertahan selama empat tahun terakhir.
Pemicu utama kembalinya konflik berskala masif ini bermula dari aksi kelompok Houthi yang menargetkan kapal-kapal tanker minyak milik Arab Saudi di jalur perairan Laut Merah. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas operasi militer Yaman yang sebelumnya menyerang infrastruktur penerbangan di bandara Sanaa.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/Antara




