Bandara Internasional King Khalid Riyadh kembali dibuka per hari ini, Minggu (25/10), usai diserang oleh Houthi. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengimbau para warga negara Indonesia (WNI) tetap waspada.
"WNI yang memiliki rencana perjalanan menggunakan moda transportasi udara, diimbau untuk mengkonfirmasi status pemesanan dan penerbangannya secara langsung kepada maskapai penerbangan yang digunakan sebelum berangkat menuju bandara," demikian keterangan KBRI Riyadh lewat akun Instagram resminya.
"WNI yang status penerbangannya sudah dikonfirmasi oleh maskapai penerbangannya, diimbau untuk berangkat lebih awal guna mengantisipasi adanya perubahan atau pengalihan akses di bandara menuju terminal dan mengantisipasi adanya pengetatan pemeriksaan penumpang di bandara," sambungnya.
KBRI mengimbau kepada para WNI yang tidak memiliki kepentingan untuk menghindari bepergian ke dekat bandara.
"Seluruh WNI di Arab Saudi diharapkan tetap berada di lokasi yang aman, patuhi arahan otoritas setempat, serta terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, KBRI Riyadh, otoritas bandara dan maskapai terkait," lanjut keterangan itu.





