Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn.) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo AS meninggal dunia pada Sabtu (24/10) malam. Sosok yang tercatat sebagai Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut itu dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/10).
Kepergian Widodo AS meninggalkan duka bagi keluarga besar TNI dan sejumlah tokoh nasional. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang almarhum sebagai prajurit, patriot, pemimpin, sekaligus negarawan yang memiliki jasa besar bagi Indonesia.
Sementara Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir negara kepada almarhum.
Widodo AS Meninggal Dunia pada Usia 82 TahunKabar meninggalnya Widodo AS dikonfirmasi Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas. Widodo mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jakarta pada Sabtu (24/10) malam, dalam usia 82 tahun.
Muhammad Nas menyampaikan duka cita atas kepergian mantan Panglima TNI tersebut.
“Betul, kami semua berduka atas kepulangan beliau,” kata Nas kepada wartawan di Jakarta, Minggu (25/10).
Nas mengatakan jenazah Widodo AS dimakamkan melalui upacara militer di TMP Kalibata pada Minggu siang. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan almarhum.
“Sama-sama kita doakan semoga khusnul khatimah,” ujarnya.
Dimakamkan di TMP Kalibata, Panglima TNI Pimpin UpacaraJenazah Widodo AS dimakamkan di TMP Kalibata pada Minggu (25/10), sekitar pukul 13.30 WIB. Upacara pemakaman dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Bendera Merah Putih dibentangkan di atas peti jenazah sebelum almarhum dimakamkan. Prosesi dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga, pembacaan doa, dan penghormatan terakhir.
Sejumlah pejabat negara dan tokoh militer hadir dalam upacara tersebut. Mereka di antaranya SBY, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, serta para pejabat dan mantan pejabat TNI.
Agus Subiyanto menyampaikan penghormatan atas pengabdian Widodo AS kepada bangsa dan negara.
“Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka,” ucap Agus dalam upacara pemakaman.
SBY Kenang Widodo AS sebagai Prajurit NegarawanSBY menjadi salah satu tokoh yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Widodo AS. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang telah bekerja bersama dirinya dalam sejumlah periode penting perjalanan bangsa.
“Laksamana Widodo AS itu seorang prajurit, patriot, pemimpin, yang juga negarawan, yang banyak sekali jasanya. Saya sangat sering, belasan tahun mengemban tugas bersama almarhum,” kata SBY.
SBY juga mengingat peran Widodo AS ketika Indonesia menghadapi krisis 1998 dan masa transisi reformasi. Menurut dia, Widodo berada dalam jajaran kepemimpinan yang ikut menjaga keutuhan negara pada periode tersebut.
“Pada saat negara mengalami krisis 1998, Pak Widodo sudah pada posisi kepemimpinan bersama kami semua. Setelah itu menjadi panglima TNI, Menko Polkam, juga bersama-sama untuk menjaga keutuhan republik ini,” ujar SBY.
SBY menilai salah satu karakter utama Widodo adalah kesediaannya bekerja dengan tulus dan tanpa mengenal lelah. Ia juga mengingat komitmen almarhum terhadap konstitusi dan negara.
“Banyak kenangan saya pribadi bersama beliau. Tetapi intinya, beliau itu kalau demi konstitusi dan Merah Putih itu tegak lurus,” katanya.
Jejak Karier Widodo AS di TNI dan PemerintahanWidodo AS memiliki perjalanan panjang di lingkungan militer sebelum dipercaya memimpin TNI. Ia pernah menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada 1998–1999, kemudian menjadi Wakil Panglima ABRI pada 1999.
Pada era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Widodo ditunjuk menjadi Panglima TNI dan menjabat pada periode 1999–2002. Ia menjadi Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut.
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Panglima TNI, Widodo melanjutkan pengabdian di pemerintahan. Ia dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada era Presiden SBY selama periode 2004–2009.
Masa pengabdiannya berlangsung ketika Indonesia melewati sejumlah perubahan besar, mulai dari reformasi politik hingga perubahan struktur kelembagaan militer. Widodo juga menjadi bagian dari kepemimpinan TNI dalam periode transisi penting tersebut.





