JAKARTA -- Pengembangan infrastruktur digital dan layanan kesehatan spesialis mendapat dukungan pembiayaan senilai sekitar Rp601,4 miliar. Pendanaan tersebut dialokasikan untuk pembangunan pusat data berkapasitas 58,9 megawatt (MW) di Bekasi, Jawa Barat, serta pengembangan rumah sakit khusus jantung di Medan, Sumatera Utara.
Pembiayaan tersebut disalurkan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) kepada PT Digital Gayana Ekagrata (DGE) dan PT Medan Kardia Indonesia. Kedua proyek menyasar kebutuhan infrastruktur yang berbeda, yakni peningkatan kapasitas penyimpanan dan pengelolaan data serta perluasan akses layanan kesehatan spesialis jantung.
Baca Juga
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Akses Pembiayaan Syariah untuk UMKM
Pertumbuhan Laba BTPN Syariah Ditopang Kualitas Pembiayaan Yang Sehat
Bank Indonesia Turunkan GWM, BNI Dorong Pembiayaan ke Sektor Produktif
Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, kebutuhan infrastruktur digital terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan berbasis teknologi. Sementara itu, pengembangan fasilitas kesehatan spesialis diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis di daerah.
“Dukungan kami untuk pengembangan pusat data diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal dan skalabel, sementara pembiayaan untuk Medan Heart Center bertujuan untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat,” kata Rizki dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Untuk sektor digital, IIF berpartisipasi dalam fasilitas pinjaman sindikasi kepada PT Digital Gayana Ekagrata senilai 20 juta dolar AS atau setara Rp358,3 miliar. Nilai tersebut menggunakan kurs Rp17.916 per dolar AS pada 24 September 2026.
Pendanaan itu digunakan untuk mendukung pengembangan tahap pertama GAIA Campus, pusat data berskala besar atau hyperscale data center yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat. Tahap pertama proyek tersebut mencakup fasilitas CGK1 dan CGK2 dengan kapasitas gabungan mencapai 58,9 MW.
Pusat data tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan penyimpanan dan pengelolaan data, layanan berbasis teknologi, serta keberlangsungan operasional bisnis. Pengembangan fasilitas berkapasitas besar ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan infrastruktur digital berbagai sektor industri.
Selain infrastruktur digital, IIF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp243,11 miliar kepada PT Medan Kardia Indonesia. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan dan operasional Medan Heart Center di Medan, Sumatera Utara.
Medan Heart Center dikembangkan sebagai Rumah Sakit Khusus Jantung Kelas B dengan kapasitas minimal 75 tempat tidur. Fasilitas kesehatan tersebut dibangun di atas lahan sekitar 5.300 meter persegi dengan total luas bangunan sekitar 8.000 meter persegi.
Rumah sakit tersebut direncanakan memiliki fasilitas diagnostik, intervensi, dan perawatan penyakit kardiovaskular. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan layanan kesehatan spesialis jantung dan pembuluh darah bagi masyarakat Medan dan wilayah sekitarnya.
Pengembangan fasilitas kesehatan spesialis di Sumatera Utara juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke wilayah yang lebih jauh. Dengan tersedianya layanan yang lebih lengkap, masyarakat berpeluang memperoleh pemeriksaan dan perawatan jantung secara lebih terintegrasi.
Rizki mengatakan, pembiayaan infrastruktur tidak hanya dinilai berdasarkan penyelesaian pembangunan fisik proyek. Menurut dia, manfaat jangka panjang bagi kegiatan usaha dan masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam penyaluran pendanaan.
“Bagi IIF, sebuah inisiatif pembiayaan diukur tidak hanya dari penyelesaian proyek, tetapi juga dari nilai jangka panjang dan dampak positif yang dihadirkan bagi dunia usaha dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui dua fasilitas pembiayaan tersebut, IIF mendukung pengembangan infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan ekonomi digital dan pelayanan kesehatan. Kedua proyek diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial di wilayah pengembangannya.