Direktur Media Sosial Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama kembali memberikan pengakuan mengejutkan terkait polemik penyebaran foto ijazah milik Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dikutip Senin (26/10/2026) Ia mengungkap bahwa fondasi utama keyakinannya dalam menetapkan keaslian foto ijazah tersebut bertumpu pada wejangan dan cerita dari seorang kolega yang mengklaim diri sebagai teman satu almamater sang mantan presiden di Universitas Gajah Mada (UGM).
Baca Juga: PDIP Jadikan Pengkhianatan Jokowi dan Keluarganya Sebagai 'Case Study' di Sekolah Partai
Dian mengungkapkan bahwa keyakinannya merujuk pada kesaksian verbal dari seorang tokoh bernama Andi Pramaria. Ia diketahui merupakan Eks Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hubungan Dian dan Andi terjalin kuat sejak tahun 2018. Dian saat itu masih bertugas sebagai staf khusus Gubernur NTB. Selama masa perkenalan tersebut, sosok itu kerap memberikan wejangan dan menceritakan memori masa mudanya saat menimba ilmu bersama Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Karena ia yakin ijazah politikus itu asli. Apalagi Andi turut memberikan cerita-cerita bernuansa nostalgia tersebut, ditambah dengan sejumlah pasokan foto lawas masa kuliah hingga momen wisuda yang dikirimkan oleh Andi di 2022. Integritas Andi sebagai mantan pejabat birokrasi daerah dinilai juga sudah lebih dari cukup untuk menggantikan proses pembuktian forensik atas sebuah dokumen negara.
"Betul, saya sangat menyakini itu pada saat itu karena setelah saya postingan yang di kuliah dan saya melihat apa yang disampaikan teman-teman kuliahnya Pak Jokowi," terang Dian Sandi.
Menurut Dian, testimoni dari rekan kuliah adalah verifikasi tertinggi, yang kemudian ia gabungkan dengan pandangan personalnya terhadap rekam jejak kepemimpinan Jokowi.
Bagi politikus ini, mengukur keaslian dokumen pendidikan tidak hanya soal anatomi kertas, melainkan juga menyangkut karakter individu pemegangnya.
"Saya juga melihat integritas Jokowi. Saya dapat berkesimpulan bahwa memang tidak ada keraguan di saya pada saat itu," pungkas sosok Dian.
Kesimpulan yang ditarik sepihak melalui penggabungan cerita teman kuliah dan penilaian integritas personal ini pada akhirnya membawanya untuk melegitimasi dan membagikan foto dari akun X anonim (Hyperpoison) ke publik.
Baca Juga: PDIP Soroti Problematika Anak Muda di Era Prabowo: Dari Krisis 'Mental Health' hingga Karhutla
Walaupun pada akhirnya, rentetan manuver pembelaan bermodalkan keyakinan ini memaksanya harus melakukan perjalanan untuk memohon maaf secara langsung kepada Jokowi di Solo.




