Bahlil Buka Suara soal Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura, Tegaskan Tak Langgar Kontrak

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia buka suara terkait penyataan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong perihal kebijakan RI memangkas ekspor gas ke Singapura. 

Dijelaskan oleh Bahlil, total ekspor gas melaui pipa Indonesia ke Singapura dari laut Natuna dan Sumatera mencapai 409,55 MMBTUD. Sementara itu gas yang dipangkas hanya 31 MMBTUD atau sekitar 8 persen dari total ekspor tersebut. 

Baca Juga :
Hotman Paris Peringatkan RI soal Potensi Singapura Gugat Pemangkasan Ekspor Gas, Aset Bisa Disita
Hotman Paris Ingatkan Pemerintah soal Pangkas Ekspor Gas ke Singapura: Hati-hati Digugat

Menurut Bahlil, pengurangan itu masih berada dalam batas minimum pasokan yang diatur dalam kontrak.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak. 31 MM(BTUD) yang kita potong sebagian itu masih dalam batas kontrak minimum. Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91-92 (persen), dan kita baru sekitar 8 persen, kecuali kita potong 10 persen, nah itu baru kita melanggar kontrak," ujarnya dala konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026). 

Bahlil menjelaskan, pengurangan pasokan gas dilakukan karena adanya kegiatan pemeliharaan dan meningkatnya kebutuhan gas di dalam negeri. Ia menegaskan, pemerintah perlu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik di tengah penyesuaian pasokan tersebut.

Bahlil menegaskan pemerintah tetap berpegang pada ketentuan kontrak dan menilai pengurangan pasokan gas tersebut belum melanggar kesepakatan. Pasalnya, jumlah pasokan yang dikurangi masih berada dalam batas minimum yang telah ditetapkan.

"Saya mau sampaikan bahwa di dalam kontrak yang ada, itu ada batas minimum yang harus disuplai. Dari apa yang terjadi ini kita belum melewati batas minimum. Belum ada. Jadi belum ada pelanggaran di situ," ujarnya. (ANT)

Baca Juga :
Ekspor Gas RI Dipangkas, Singapura Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman
Jubir EMA Bocorkan Dampak Indonesia Pangkas Ekspor Gas Bagi Singapura
Ekspor Gas dari Indonesia Dipangkas, Singapura Tegaskan Komitmen Kontrak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Angkut Motor yang Parkir Sembarangan di Gandaria Jaksel
• 44 menit lalukumparan.com
thumb
KBAF 2026: Inovasi BRIN dan Solusi Impor untuk Batik Pekalongan
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Pasca Pelantikan, PBNU Siapkan Munas-Konbes-Rakernas sebagai Quick Win
• 7 jam laludisway.id
thumb
Cara Ekonomi RI Bisa Tumbuh Kayak Korsel: Investasi di Riset!
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Potret peresmian Kampung Silat Betawi Rawa Belong sebagai Kampung Budaya 2026
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.