Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Kunjungi Iran di Tengah Ancaman Serangan Baru AS

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Petinggi Turki, Arab Saudi, dan Pakistan akan bertemu dengan pejabat senior Iran di Teheran pada Senin (26/10/2026).

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Kunjungi Iran di Tengah Ancaman Serangan Baru AS. (Foto: Mehr News)

IDXChannel - Petinggi Turki, Arab Saudi, dan Pakistan akan bertemu dengan pejabat senior Iran di Teheran pada Senin (26/10/2026).

Dilansir dari Anadolu Agency, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan merupakan anggota Pakta Pertahanan Makkah yang dibentuk baru-baru ini.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah Imbas Lonjakan Harga Minyak dan Kekhawatiran Belanja AI

Menurut Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Bagheri, keempat negara akan membahas kondisi keamanan di kawasan.

Pertemuan itu dikabarkan akan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Nasional Turki Ibrahim Kalin akan menghadiri pertemuan tersebut. Ketiganya akan bertemu dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.

Baca Juga:
Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak dalam Sehari di Selat Hormuz

Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Raid Krimly mengonfirmasi kunjungan tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Krimly mengatakan para pejabat yang berkunjung juga akan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, selain Rezaei.

Baca Juga:
Trump Segera Putuskan Serangan Baru ke Iran

Ia mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya anggota Aliansi Makkah untuk meredakan ketegangan di tengah krisis yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Perundingan tersebut juga akan berupaya mempromosikan dialog dan solusi diplomatik sambil mendukung upaya mediasi yang dipimpin oleh Qatar dan Pakistan.

AS dan Israel baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran, berpotensi meningkatkan tensi konflik sejak dimulainya perang pada Februari.

Iran juga mengancam akan memperluas serangan terhadap fasilitas AS di Timur Tengah jika Washington kembali menyerang negara itu dan terus mengawal kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz tanpa izin Teheran.

Perang antara Iran dan AS-Israel mengguncang sektor energi global, termasuk produsen minyak di kawasan seperti Arab Saudi. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amanda Manopo Curhat Dibully saat Kurus hingga Hamil, Sempat Dituduh Pakai Narkoba
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil Persija Vs Persik: Comeback Dramatis, Macan Kemayoran Menang 2-1 di JIS
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Jabar Pimpin Nasional, Realisasi Investasi Triwulan III 2026 Capai Rp91 Triliun
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Guru Besar IPB Temukan Potensi Penyebaran E. Coli Kebal Antibiotik di Banten
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
DJP Beri Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak, Ini Persyaratannya
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.