Innalilahi, Kompol Aditia Mulya Ramdhani Meninggal Dunia Seteah Koma Selama 7 Tahun

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dunia kepolisian Indonesia tengah berduka cita mendalam atas kepergian mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya Ramdhani.

Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan kondisi medis yang sangat berat selama bertahun-tahun.

Berita duka ini sontak menarik perhatian publik serta menjadi momen refleksi atas risiko tinggi yang kerap dihadapi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas pengamanan di tengah masyarakat.

Kisah pilu ini bermula pada bulan Mei 2019 silam. Saat itu, Kompol Aditia tengah menjalankan tugas pengamanan dan berupaya melerai bentrokan antara kelompok massa perguruan silat di Wonogiri.

Karena mengenakan pakaian preman dan terpisah dari rekan-rekan sesama anggota kepolisian yang lain, ia menjadi sasaran amuk massa.

Para pelaku pengeroyokan mengaku tidak mengetahui bahwa korban adalah seorang perwira polisi, karena mengira Aditia merupakan bagian dari kelompok silat rival yang sedang mereka cari. Akibat penganiayaan brutal tersebut, almarhum mengalami cedera kepala berat dan kerusakan otak.

Sejak insiden tragis itu, Kompol Aditia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan mengalami koma berkepanjangan.

Selama kurang lebih tujuh tahun, ia terbaring di tempat tidur dengan berbagai alat bantu medis yang menopang hidupnya.

 

Keluarga serta pihak medis telah berupaya memberikan pengobatan terbaik, termasuk mendatangkan tenaga medis spesialis hingga menjalani berbagai terapi alternatif demi kesembuhannya.

Kendati demikian, takdir berkata lain; setelah perjuangan panjang yang menguras tenaga dan emosi keluarga, Kompol Aditia akhirnya wafat pada Senin (26/10/2026) pukul 03.00 WIB.

Kepergian Kompol Aditia meninggalkan duka yang mendalam bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia serta keluarga yang setia mendampinginya selama masa-masa kritis tersebut.

Proses hukum terhadap para pelaku pengeroyokan sendiri telah berjalan sejak bertahun-tahun lalu dengan ditetapkannya sejumlah tersangka oleh pihak kepolisian.

Rencana pemakaman dipersiapkan dengan penghormatan terakhir dari rekan sesama Korps Bhayangkara. (ism)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat Eksepsi Febrie Ditolak
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Barcelona vs Madrid, Hansi Flick: Saya Percaya Diri
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Para Gen Z Penjaga Satwa, Menapaki Jalan di Lembaga Konservasi
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Yura Yunita Meriahkan Puncak HUT ke-74 KALLA
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Gratis bagi Korban PHK 2024–2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.