BMKG Ramal Musim Hujan Mundur dan Lebih Singkat, Ingatkan Risiko Bencana

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Indonesia mundur hingga satu bulan dari waktu normal akibat El Nino. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan akumulasi curah hujan tetap normal sehingga terkonsentrasi dalam durasi lebih pendek dan berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.

“Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20–30 hari, akibat pengaruh El Nino. Musim hujan juga akan terakumulasi cukup banyak dalam durasi yang lebih pendek, dengan sifat hujan normal,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (26/10).

Dia menyampaikan, sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada November hingga Desember. Adapun puncak musim hujan akan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Dengan kondisi tersebut, menurut dia, Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana hidrometeorologi hingga awal tahun depan.

“Ini yang perlu kita waspadai karena sifat hujannya normal, artinya berdasarkan rata-rata klimatologi 30 tahun terakhir, jumlah hujan yang turun relatif sama, tetapi durasinya lebih pendek,” ujarnya.

Hal serupa sudah pernah disampaikan oleh Faisal pada September lalu. Dia mengatakan fenomena anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik menunjukkan nilai +2,63 yang menandakan El Nino kategori sangat kuat dan diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.

"Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat di 529 zona musim atau mencakup 61,08 persen luas daratan Indonesia," kata dia dikutip dari Antara.

Faisal memaparkan awal musim hujan akan berlangsung secara bertahap, diawali pada November 2026 sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau 24,66% luas daratan, disusul Desember 2026 sebanyak 266 ZOM atau 17,31% luas daratan.

Meskipun kedatangannya terlambat, akumulasi curah hujan pada 510 ZOM atau 69,76% luas daratan Indonesia diprediksi berada pada kategori normal. Untuk puncak musim hujan, BMKG memproyeksikan akan terjadi secara bergelombang mulai Desember 2026 di 155 ZOM (36,94% daratan), Januari 2027 di 162 ZOM (25,68% daratan), hingga Februari 2027 di 190 ZOM (16,79% daratan).

Adapun durasi musim hujan di 482 ZOM atau 51,90% luas daratan Indonesia diprediksi akan berlangsung lebih pendek dari kondisi normalnya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan sektor strategis untuk memanfaatkan kedatangan musim hujan guna mengisi waduk serta memperluas area tanam, sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

"Kami berharap informasi ini dapat diterjemahkan menjadi strategi adaptasi dan langkah antisipasi yang konkret, sehingga masyarakat dan para pemangku kepentingan tidak hanya lebih siap menghadapi risiko, tapi juga mampu memanfaatkan peluang yang hadir seiring dinamika iklim yang akan terjadi," ujarnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unhan RI dan PPI Oxford Bahas Strategi Pertahanan Indonesia Hadapi Ancaman Global
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Bukan Sekadar Label, Ini Beda Cara FTSE dan MSCI Menilai Pasar Saham RI
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kembali Menang di Pilpres Brasil, Lula da Silva: Terima Kasih!
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Bupati Wajo Dukung Operasi Patuh Pallawa 2026, Sasar Delapan Pelanggaran
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Menag Nasaruddin Umar Usulkan ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.