Bahlil menjelaskan, volume ekspor gas Indonesia ke Singapura melalui jaringan pipa mencapai 409,55 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, pemerintah mengurangi pasokan sebesar 31 MMSCFD atau sekitar delapan persen.
Baca Juga :
Indonesia Pangkas Ekspor Gas, Singapura Minta Kontrak Komersial DipatuhiMenurut Bahlil, keputusan itu tetap mempertimbangkan ketentuan kontrak yang telah disepakati kedua negara. Ia menegaskan Indonesia tetap berkomitmen menghormati perjanjian perdagangan internasional.
"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak," kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. Pemangkasan disebut masih dalam batas kontrak Bahlil menyebut konsumsi gas Singapura mencapai lebih dari 1.000 MMSCFD. Dengan kebutuhan tersebut, ia menilai pengurangan pasokan sebesar 31 MMSCFD relatif kecil dibandingkan total konsumsi negara tersebut.
Ia juga menegaskan volume gas yang dikurangi masih berada dalam batas yang diperbolehkan berdasarkan perjanjian. Karena itu, menurut dia, kebijakan tersebut tidak semestinya dianggap sebagai pelanggaran kontrak.
"Yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum. Batas kontrak kita adalah 91-92 (MMSCFD) dan kita baru sekitar delapan persen. Kecuali kita potong 10 persen, nah itu baru melanggar kontrak," jelasnya.
Bahlil menambahkan, penyesuaian ekspor dilakukan dengan tetap memperhatikan kewajiban Indonesia kepada Singapura. Pemerintah, kata dia, berupaya menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan energi domestik dengan pelaksanaan komitmen ekspor. Indonesia masih pasok LNG ke Singapura Selain ekspor gas melalui pipa, Bahlil menyampaikan Indonesia masih memasok gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke Singapura. Ia menyebut pengiriman LNG tersebut mencapai 146 kargo.
Menurut Bahlil, keberlanjutan pengiriman LNG menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam melihat hubungan pasokan gas kedua negara secara keseluruhan. Ia pun meminta agar kebijakan pengurangan ekspor melalui pipa tidak dipandang terpisah dari komitmen pasokan lainnya.
Bahlil kembali menekankan pemerintah Indonesia menghormati kontrak dan aturan yang telah disepakati. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan dalam hubungan antarpihak.
"Pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan apalagi menteri ESDM-nya, tapi saya juga minta jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai, susah minta dihargai, senang mengolok-olok negara lain bagaimana itu. Jadi di sini lah asas kebersamaan kita, jadi kita harus equal treatment," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Bahlil Tegaskan Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Tak Langgar Kontrak Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/3NOxAepb-bahlil-tegaskan-pemangkasan-ekspor-gas-ke-singapura-tak-langgar-kontrak
(SAW)





