Jakarta, VIVA – Menyembunyikan stres terkadang terasa seperti pilihan paling mudah. Seseorang mungkin tetap tersenyum, bekerja seperti biasa, dan mengatakan dirinya baik-baik saja meskipun sebenarnya sedang menghadapi tekanan berat. Namun, kebiasaan memendam stres tidak serta-merta menghilangkan masalah yang menjadi penyebabnya.
Orang yang mengalami stres berkepanjangan bahkan bisa menggunakan kalimat tertentu untuk meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya masih terkendali. Mereka mungkin merasa harus terus bertahan, membandingkan masalahnya dengan pengalaman masa lalu, atau menganggap kesibukan sebagai sesuatu yang wajar.
Padahal, mengabaikan kebutuhan emosional dan fisik dapat membuat seseorang semakin kelelahan. Jika terus berlangsung, stres bisa memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hubungan sosial, hingga kualitas hidup. Melansir dari YourTango, berikut tujuh kalimat yang mungkin sering diucapkan seseorang ketika berusaha menyembunyikan stresnya.
Kalimat ini biasanya muncul ketika seseorang merasa harus melewati satu tenggat waktu atau menyelesaikan tanggung jawab tertentu sebelum bisa beristirahat.
Misalnya, seseorang terus memaksakan diri dengan berpikir bahwa dirinya hanya perlu bertahan sampai akhir pekan, menyelesaikan pekerjaan hari ini, atau melewati bulan yang berat.
Sekilas, pola pikir tersebut bisa membantu seseorang tetap termotivasi. Namun, jika terus digunakan untuk mengabaikan kelelahan, kebiasaan ini justru dapat memperburuk kondisi fisik dan mental.
Alih-alih memberikan waktu untuk memulihkan energi, seseorang terus menunda istirahat hingga merasa benar-benar kehabisan tenaga.
Sesekali menyelesaikan pekerjaan dalam kondisi sibuk tentu tidak selalu bermasalah. Akan tetapi, jika kebutuhan untuk beristirahat terus diabaikan, penting untuk mengevaluasi beban aktivitas dan mencari cara agar tanggung jawab tidak mengorbankan kesehatan.
2. "Dulu aku pernah mengalami yang lebih buruk"Membandingkan masalah saat ini dengan pengalaman masa lalu terkadang membuat seseorang merasa bahwa kesulitannya sekarang bukan sesuatu yang perlu dikeluhkan.
Orang yang pernah melewati masa sulit mungkin berpikir bahwa stres yang dirasakan sekarang tidak seberapa dibandingkan pengalaman sebelumnya. Akibatnya, mereka menganggap kelelahan yang dialami sebagai sesuatu yang tidak penting.
Padahal, pernah berhasil melewati situasi yang lebih berat bukan berarti seseorang harus selalu mampu menghadapi tekanan tanpa bantuan.





