BEM SI di Bandung Tuntut Pelaku Karhutla Ditangkap

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM seluruh Indonesia (SI) Jawa Barat di sejumlah perguruan tinggi di Bandung melakukan aksi demonstrasi di simpang Jalan Dago-Cikapayang, Kota Bandung, Senin (26/10/2026) sore. Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan sementara oleh kepolisian agar tidak berdampak kemacetan.

Ketua BEM Unisal, Muhammad Indra Wijaya (22 tahun) mengatakan keadilan di Indonesia saat ini masih belum berpihak kepada rakyat kecil. Ia menyebut hukum masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Baca Juga
  • Wali Kota Bandung Respons Aksi Bentrokan Tewaskan 2 Orang di Pasar Caringin
  • Tukang Parkir di Pasar Induk Caringin Bandung Tewas Dikeroyok 30 Orang Bersenjata Tajam
  • IDI Jabar Kecam Aksi Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung Hingga Tertular Gonore di Bandung

Ia juga menyoroti soal demokrasi serta kebebasan warga yang terancam. Selain itu, mereka mengkritik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selalu berulang.

"Ini sudah lama persoalan karhutla. Padahal kita punya intelijen dan instrumen negara yang seharusnya bisa mencegah ini sejak awal," ungkap dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Jajaran kepolisian turut melakukan penjagaan di sekitar lokasi aksi demonstrasi. Tidak lama melakukan aksi demonstrasi, massa aksi membubarkan diri.

Arus lalu lintas di kawasan tersebut kini kembali dibuka dan normal dilalui kendaraan. Pada petugas kepolisian pun yaitu dalmas perlahan bersiap meninggalkan lokasi aksi.

Sebelumnya, aksi demonstrasi terjadi beberapa waktu lalu dan sempat ricuh. Massa aksi sempat membakar water barrier dan menutup akses jalan.

Mereka pun sempat menyerang truk dalmas. Akibatnya, sejumlah petugas mengalami luka-luka.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BEM SI Jabar Turun Lagi ke Jalan, Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
IHSG Diproyeksi Hijau di Awal Pekan, Ditopang Buyback dan Perburuan Saham Diskon
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Pekerjaan Jalan, Tol Japek Alami Penyempitan Jalur hingga 1 November
• 18 jam laluokezone.com
thumb
ABG Suporter Bola di Bogor Tewas Dibacok Celurit, Pelaku Jadi Tersangka
• 5 jam laludetik.com
thumb
Cuan! Usaha Ikan Asap Gorontalo Terus Diwariskan, Bertahan 30 Tahun | SAPA SIANG
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.