Jakarta, VIVA – Nama Betrand Peto masih menjadi perbincangan karena diduga melakukan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) terhadap korban berinisial ANW.
Meskipun proses hukumnya masih berjalan, ANW kerap emndapatkan komentar negatif dari netizen.
Bahkam menurut kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol kliennya kerap disebut halu karena berani melaporkan hal tersebut.
"Yang berseliweran di mana-mana mengatakan dia mengarang, dia halu. Cukup miris kita melihat korban dianggap halu. Terus siapa yang bisa melindungi korban?" Kata Nathaniel kepada awak media, dikutip Selasa (27/10/2026).
Ntahaniel pun menanggapi hal tersebut dengan serius. Ia mengibaratkan dirinya sebagai bukan kuasa hukum dari ANW.
"Saya ingin bicara dalam hal ini bukan hanya sebagai kuasa hukum ANW, tapi sebagai seorang masyarakat, sebagai seorang manusia yang punya rasa kemanusiaan dan punya saudara perempuan, lahir dari rahim perempuan."
"Bahwa tidak ada tempat bagi pelaku-pelaku kekerasan seksual," ucapnya .
"Maka harusnya kita ikut merasakan, ikut mengempatikan apa yang terjadi pada ANW," sambunh Nathaniel.
Sebelumnya, Betrand Peto seolah membenarkan soal video dirinya dan teman-temannya yang sedang minum-minuman beralkohol yang belakangan ini beredar luas di media sosial.
Diketahui, pria yang akrab disapa Onyo itu diduga meminum minuman beralkohol di kediaman Ruben Onsu.
Onyo menyebut bahwa video tersebut merupakan video lama bukanlah kejadian yang baru. Ia mengatakan kini email pribadinya sedang dibobol oleh pihak lain.
"Emang bener ada yang bobol email aku, tapi kita fokus dulu untuk persoalan ini lah," kata Betrand Peto. Ia menegaskan bahwa video yang beredar tidak berisikan versi full. Beberapa bagian sudah dipotong dan digabungnya sehingga memancing persepsi yang berbeda.
"Gak dikasih lihat panjang (videonya), itu kita makan papeda di sana. Ada beberapa temen-temen yang datang untuk makan papeda di sana," ucapnya.
Disisi lain, kuasa hukum Betrand Peto, Timothy Ezra Simanjuntak menyebutkan bahwa aktivitas Onyo dan teman-temannya itu tidak dialakukan di mushola rumah Ruben Onsu.
"Definisi mabuk itu kan beda-beda. Ya ada tapi tempatnya bukan di mushola," ucapnya.





