Situs perbaikan gadget ternama, iFixit, menobatkan iPhone Duo sebagai handphone (HP) layar lipat paling mudah diperbaiki dengan skor sementara 5 dari 10. Angka ini melampaui Samsung Galaxy Z Fold 8 yang hanya mengantongi skor 4 dari 10 dalam pengujian iFixit sebelumnya.
Apple menghadirkan rancang bangun iPhone Duo yang lebih ramah reparasi, mulai dari perekat baterai lepas-elektrik hingga bingkai bodi modular. Keunggulan tersebut mengungguli Samsung Galaxy Z Fold 8 yang memaksa teknisi mencopot layar luar berisiko pecah hanya demi mengganti salah satu sel baterai.
Kendati unggul atas Samsung, iFixit menemukan risiko kegagalan fatal pada layar utama HP layar lipat pertama Apple itu akibat tekanan mekanis engsel. Sejumlah pembeli perdana bahkan melaporkan kemunculan garis putih terang di lipatan layar sesaat setelah pemakaian awal.
Apple menetapkan tarif penggantian layar dalam tanpa garansi mencapai 999 dolar AS atau sekitar Rp 15,8 juta.
Perbandingan engsel dan uji ketahanan layar lipatDalam laporan teardown Samsung Galaxy Z Fold 8, iFixit menyoroti struktur "Flex Titanium" milik Samsung yang memadukan lapisan titanium setipis sepertiga rambut manusia dengan pelat penopang berlubang untuk meratakan lipatan. Samsung juga menyematkan baterai silikon-karbon 18,68 Wh yang lebih padat daya. Namun, proses perbaikan Z Fold 8 berakhir tragis: bingkai plastik pelindung layarnya hancur berkeping-keping saat teknisi mencungkilnya, hingga merusak panel fleksibel OLED di bawahnya.
Ketahanan debu kedua ponsel lipat ini pun terbukti sama-sama bermasalah. Galaxy Z Fold 8 hanya mengantongi sertifikasi IP48 yang tidak melindungi komponen dari partikel mikro di bawah 1 milimeter. Saat iFixit menyemprotkan bubuk fluoresen berukuran 0,04 milimeter, engsel Fold 8 mengeluarkan suara derak kasar seperti "mengunyah kerikil" (chewing gravel) dan macet saat dibuka.
Pengujian serupa pada iPhone Duo membuktikan bahwa partikel pasir halus tetap menyusup ke sela-sela roda gigi engsel dan memicu bunyi berderit.
Untuk menyamarkan bekas lipatan, Apple mengandalkan lapisan polimer matte nano-texture bermotif gelembung mikro serta susunan piksel oval. Namun, hasil pemindaian tomografi (CT scan) iFixit memperlihatkan bilah penopang engsel tengah (center support bar) iPhone Duo kerap gagal melipat secara presisi, sehingga menekan jalur kabel fleksibel layar dan memicu kerusakan piksel permanen.
Direktur Keberlanjutan iFixit, Elizabeth Chamberlain, mengingatkan bahwa skor perbaikan yang lebih tinggi tidak serta-merta membuat layar ponsel lipat Apple aman untuk dibongkar sendiri.
"Pilihan-pilihan desain tersebut menjadikan ponsel ini sebagai ponsel lipat yang paling mudah diperbaiki yang pernah kami bongkar. Namun, hal itu sama sekali bukan anjuran untuk memperbaiki Duo sendiri. Memperbaiki layar bagian dalam ponsel ini masih akan sangat menyulitkan," tulis Elizabeth Chamberlain dalam laporan resmi iFixit.
Temuan ini membuktikan bahwa meskipun iPhone Duo mengungguli kemudahan servis baterai milik Galaxy Z Fold 8, kedua raksasa teknologi ini masih menghadapi rintangan fisik yang sama: layar lipat yang sangat rapuh dan sistem engsel mekanis yang rentan terhadap debu.





