Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa pembicaraan empat negara yang digelar di Teheran menyepakati agar keamanan Timur Tengah harus bertumpu pada negara-negara di kawasan tersebut, tanpa adanya campur tangan pihak luar.
Rezaei menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri pertemuan dengan delegasi dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Pertemuan itu bertujuan membahas keamanan regional, aktivitas Israel di kawasan tersebut, dan perkembangan situasi di Palestina dan Lebanon.
"Kami menyimpulkan bahwa keamanan Asia Barat harus didasarkan pada negara-negara di kawasan ini, dan segala bentuk campur tangan pihak luar harus dicegah," kata Rezaei dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (27/20/2026). Iran seringkali menyebut Timur Tengah sebagai Asia Barat.
Rezaei mengatakan bahwa negara-negara di kawasan itu seharusnya sudah mulai bekerja sama lebih awal. Dia menambahkan bahwa kunjungan delegasi Saudi, Turki dan Pakistan ke Teheran menunjukkan bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) tidak memberikan dampak apa pun di tingkat global.
Ini merupakan kunjungan bersama yang pertama dari Saudi, Turki, dan Pakistan sejak mereka membentuk aliansi pertahanan "Pakta Mekkah" pada Agustus lalu.
Delegasi ketiga negara itu terdiri atas Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman, kepala intelijen Turki Ibrahim Kalin, dan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Asim Munir.
Mereka juga melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi. Pertemuan itu berakhir tanpa pengumuman konkret, dengan menurut media pemerintah Iran, pihak-pihak yang terlibat menyatakan telah "sepakat untuk melanjutkan diskusi".
(nvc/dhn)





