Pontianak (ANTARA) - Brunei Darussalam diusulkan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Antarbangsa se-Borneo pada 2028 dalam pertemuan ketua delegasi di Sarawak, Malaysia.
"Delegasi Brunei menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah, tetapi keputusan akhir masih menunggu persetujuan Sultan Brunei Darussalam. Kalimantan Timur dan Sabah menyatakan kesediaan menjadi alternatif apabila Brunei belum dapat merealisasikan rencana tersebut," kata Ketua Delegasi Kalimantan Barat Brigjen Pol (Purn) H. Andi Musa di Pontianak, Selasa.
Dia menyampaikan usulan tersebut dalam Pertemuan Ketua Delegasi Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo 2026 di Persada Majlis Islam Sarawak.
Pertemuan yang dipimpin Yang Dipertua Majlis Islam Sarawak Datuk Haji Misnu bin Haji Taha itu dihadiri delegasi dari berbagai wilayah di Pulau Borneo, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sabah, Brunei Darussalam, Miri, dan Sarawak.
Forum tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan penyelenggaraan MTQ Antarbangsa se-Borneo setelah pelaksanaan kedua berlangsung di Sarawak pada 26–29 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Misnu mengatakan pertemuan ketua delegasi menjadi wadah koordinasi antara panitia penyelenggara dan pimpinan delegasi untuk memperkuat kerja sama serta memastikan kelancaran kegiatan.
"Majlis ini bertujuan mengeratkan hubungan silaturahim, memperkukuh kerjasama serta menyampaikan maklumat berkaitan pelaksanaan program bagi memastikan kelancaran penglibatan setiap delegasi," ujarnya.
Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo 2026 mempertandingkan dua cabang, yakni tilawah Al-Quran dan hafalan Al-Quran 15 juz, yang masing-masing diikuti peserta laki-laki dan perempuan.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan MTQ Pertama Antarbangsa se-Borneo yang digelar di Pontianak pada 28–30 November 2023. Saat itu, Kalimantan Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana yang mempertemukan peserta dari wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Pada penyelenggaraan pertama, kompetisi terbatas pada cabang tilawah putra dan putri. Sementara itu, pelaksanaan 2026 di Sarawak memperluas cakupan perlombaan dengan menambahkan cabang hafalan Al-Quran 15 juz.
Usulan Brunei sebagai tuan rumah 2028 diharapkan menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga pembinaan tilawah dan tahfiz di kawasan Borneo. Kesiapan Kalimantan Timur dan Sabah sebagai alternatif juga menjadi bentuk dukungan terhadap kelanjutan ajang tersebut.
Baca juga: Aceh resmi ajukan diri jadi tuan rumah MTQ Nasional 2028
Baca juga: Qariah NTB Khairunnisa wakili Indonesia di MTQ Internasional Malaysia
"Delegasi Brunei menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah, tetapi keputusan akhir masih menunggu persetujuan Sultan Brunei Darussalam. Kalimantan Timur dan Sabah menyatakan kesediaan menjadi alternatif apabila Brunei belum dapat merealisasikan rencana tersebut," kata Ketua Delegasi Kalimantan Barat Brigjen Pol (Purn) H. Andi Musa di Pontianak, Selasa.
Dia menyampaikan usulan tersebut dalam Pertemuan Ketua Delegasi Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo 2026 di Persada Majlis Islam Sarawak.
Pertemuan yang dipimpin Yang Dipertua Majlis Islam Sarawak Datuk Haji Misnu bin Haji Taha itu dihadiri delegasi dari berbagai wilayah di Pulau Borneo, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sabah, Brunei Darussalam, Miri, dan Sarawak.
Forum tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan penyelenggaraan MTQ Antarbangsa se-Borneo setelah pelaksanaan kedua berlangsung di Sarawak pada 26–29 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Misnu mengatakan pertemuan ketua delegasi menjadi wadah koordinasi antara panitia penyelenggara dan pimpinan delegasi untuk memperkuat kerja sama serta memastikan kelancaran kegiatan.
"Majlis ini bertujuan mengeratkan hubungan silaturahim, memperkukuh kerjasama serta menyampaikan maklumat berkaitan pelaksanaan program bagi memastikan kelancaran penglibatan setiap delegasi," ujarnya.
Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo 2026 mempertandingkan dua cabang, yakni tilawah Al-Quran dan hafalan Al-Quran 15 juz, yang masing-masing diikuti peserta laki-laki dan perempuan.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan MTQ Pertama Antarbangsa se-Borneo yang digelar di Pontianak pada 28–30 November 2023. Saat itu, Kalimantan Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana yang mempertemukan peserta dari wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Pada penyelenggaraan pertama, kompetisi terbatas pada cabang tilawah putra dan putri. Sementara itu, pelaksanaan 2026 di Sarawak memperluas cakupan perlombaan dengan menambahkan cabang hafalan Al-Quran 15 juz.
Usulan Brunei sebagai tuan rumah 2028 diharapkan menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga pembinaan tilawah dan tahfiz di kawasan Borneo. Kesiapan Kalimantan Timur dan Sabah sebagai alternatif juga menjadi bentuk dukungan terhadap kelanjutan ajang tersebut.
Baca juga: Aceh resmi ajukan diri jadi tuan rumah MTQ Nasional 2028
Baca juga: Qariah NTB Khairunnisa wakili Indonesia di MTQ Internasional Malaysia





