Keterbatasan jumlah lokasi dengan lahan sesuai kriteria ideal menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan terhambat.
IDXChannel—Pemerintah memangkas pembangunan gudang dan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari 80.000 menjadi maksimal 40.000 unit hingga akhir 2026.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto mengungkap keterbatasan jumlah lokasi dengan lahan sesuai kriteria ideal menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan terhambat.
Yandri menjelaskan, target 80.000 KDKMP telah tercapai dari sisi badan hukum. Namun, untuk pembangunan fisik, pemerintah memprioritaskan desa-desa yang memiliki lahan sesuai kriteria yang ditentukan oleh Agrinas dan TNI.
"Kalau kita dari sisi badan hukum, kan, memang sudah 80.000. Tapi untuk pembangunan, tahap pertama ini kita bangun itu yang tanahnya ideal yang ditentukan oleh Agrinas dan TNI, yaitu tanah 1.000 meter dengan (total luas bangunan) 600 (meter persegi), 20 × 30 meter," kata Yandri di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Dia menyebut, jumlah lokasi yang memenuhi kriteria lahan ideal tersebut saat ini baru sedikit, yakni sekitar 35.000 lokasi. Pemerintah menargetkan pembangunan gudang, gerai, dan perlengkapan logistik di lokasi-lokasi tersebut rampung hingga akhir tahun ini.
"Nah, tanah yang ideal itu belum banyak, sekitar 35.000 lebih sedikit lokasinya. Nah, itu yang sekarang dibangun. Jadi kalau sampai akhir tahun ini, insyaallah di angka 35.000 lebih atau hampir 36.000 selesai gudang, gerai, dan alat logistiknya," ujarnya.
Sementara itu, desa-desa yang belum memiliki lahan sesuai kriteria ideal tetap akan mendapatkan pembangunan KDKMP. Namun, pembangunan di wilayah tersebut akan dilanjutkan pada tahap berikutnya, mulai 2027.
"Desa-desa yang belum punya lahan sesuai dengan tanah yang ideal tadi, misalkan di bawah 1.000, tetap dibangun, tapi tahap berikutnya, yaitu tahun 2027 dan seterusnya," tutur Yandri.
Menurutnya, pemerintah saat ini memprioritaskan operasionalisasi gudang dan gerai yang telah selesai dibangun. Langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan program dapat dievaluasi sembari berjalan sebelum pembangunan diperluas ke desa-desa lainnya.
"Sekarang kita fokus pada bagaimana yang sudah dibangun ini kita juga operasionalkan dulu. Jadi, biar ada evaluasi sambil berjalan yang sudah terbangun gudang dan gerainya. Tapi yang belum, desa-desa yang belum, itu tetap akan kita lakukan pembangunannya," jelasnya.
(Nadya Kurnia)





