Sebuah video yang memperlihatkan anak kehilangan dua gigi bawah bagian tengah saat makan gulali menjadi perhatian warganet. Video yang dibagikan akun Threads @rickosp itu memperlihatkan gulali yang awalnya lunak menjadi keras dan lengket setelah digigit cukup lama. Saat permen diambil, dua gigi anak ikut terlepas.
Dokter Gigi Anak, drg. Eka Sabaty Shofiyah, Sp.KGA, menjelaskan bahwa permen keras dan lengket dapat meningkatkan risiko gigi berlubang karena memperpanjang paparan gula pada gigi. Teksturnya yang keras juga bisa memberikan tekanan berlebih pada gigi susu hingga berisiko menyebabkan retakan pada mahkota gigi.
“Jika ingin memberikan sweet treat pada anak, lebih baik dalam durasi singkat dan pastikan tidak ada sisa yang menempel lama setelahnya,” jelas drg. Eka kepada kumparanMOM, Kamis (22/10).
Kenapa Gigi Anak Bisa Ikut Copot saat Makan Gulali?Menurut drg. Eka, pada video tersebut terlihat gusi yang berdarah dan gigi permanen yang mulai tumbuh di belakangnya. Sementara itu, gigi yang menempel pada permen tampak memiliki akar yang pendek. Kondisi ini mengindikasikan bahwa gigi susu anak kemungkinan memang sudah waktunya tanggal karena memasuki masa pergantian gigi.
Namun, jika gigi masih memiliki akar yang panjang dan belum waktunya tanggal, gigi tidak akan mudah terlepas hanya dengan cara tersebut. Anak bahkan bisa merasakan nyeri yang sangat tidak nyaman jika hal itu terjadi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gigi Anak Copot saat Makan Gulali?Jika gigi anak copot dan terjadi perdarahan, orang tua disarankan tetap tenang. drg. Eka juga menyarankan anak menggigit kapas selama 10–15 menit untuk membantu menghentikan perdarahan.
Setelah darah berhenti, periksa area gigi yang terlepas untuk memastikan tidak ada sisa patahan gigi yang tertinggal. Orang tua juga perlu mengingat atau menanyakan apakah gigi tersebut sebelumnya sudah goyang. Jika perdarahan tidak berhenti, gigi terlepas secara tiba-tiba, atau sebelumnya tidak goyang, segera periksakan anak ke dokter gigi.
“Jika perdarahan tidak berhenti, gigi lepas secara tiba-tiba, atau sebelumnya gigi tidak goyang, sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi untuk memastikan kondisinya,” pungkas drg. Eka.





