Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera telah berkurang. Data BNPB per Selasa (27/10), tercatat luas wilayah karhutla tinggal 23 hektare. Seluruhnya berada di Sumatera Selatan (Sumsel).
Hal itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers BNPB, Selasa (27/10).
"Hanya satu provinsi, yaitu Sumatera Selatan, saat ini dilaporkan kejadian karhutla dengan luas sebesar 23 hektare. Kita berharap di provinsi ini akan sama dengan provinsi lain menjadi kosong, terutama karena disebabkan oleh hujan alamiah," kata Berton.
Berbeda dengan Sumatera, laporan karhutla di Kalimantan masih diterima dari tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Total lahan yang terbakar di tiga provinsi itu mencapai 1.566 hektare.
Berton mengatakan angka tersebut turun dibanding laporan sebelumnya. Dalam laporan BNPB pada Senin (26/10) area karhutla di Kalimantan mencapai 3.392 hektare.
"Angka ini sebenarnya jauh berkurang sekitar 50 persen dari angka kemarin yang kami sampaikan," kata Berton.
Berdasarkan data yang dibagikan BNPB, lahan terbakar terluas ada di Kalimantan Tengah, yakni 1.140 hektare. Disusul Kalimantan Barat 391 hektare dan Kalimantan Selatan 35 hektare.
Berton berharap hujan alamiah segera turun di tiga provinsi itu. BNPB juga siap melakukan modifikasi cuaca dengan menyemai garam jika diperlukan.
"Kami juga tentu akan melakukan penyemaian garam apabila memang ini dibutuhkan untuk memanen hujan yang memang saat ini dapat kita lakukan," ujarnya.
Penanganan KarhutlaUntuk penanganan di darat, BNPB menyiagakan personel di empat provinsi. Berton menyebut Kalimantan Tengah 16.387 personel, Kalimantan Barat 14.458 personel, Sumatera Selatan 12.285 personel, dan Kalimantan Selatan 7.927 personel. Total personel yang disiagakan di empat provinsi itu sekitar 51.057 orang.
"Tentu personel ini maupun di provinsi yang lain tetap kami siagakan ketika memang nanti akan dibutuhkan," kata Berton.
Sejumlah peralatan untuk pemadaman karhutla juga terus disiapkan. Seperti selang isap, pompa, mesin, nozzle, hingga masker.
Untuk penanganan lewat udara, Berton menyebut BNPB menyiagakan 61 unit armada yang berstatus standby, siaga, maupun beroperasi.
"24 di antaranya itu adalah untuk patroli maupun untuk operasi modifikasi cuaca. 37 helikopter merupakan untuk water bombing," ujarnya.
Berdasarkan data yang dibagikan BNPB per 26 Oktober, 52 unit di antaranya berada di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Selatan 14 unit, Kalimantan Tengah 10 unit, Sumatera Selatan 10 unit, Kalimantan Barat 9 unit, Riau 5 unit, dan Jambi 4 unit.
Berton menyebut unit di Kalimantan Selatan juga bisa dipakai untuk operasi di Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Tengah sendiri, kata dia, BNPB tetap menyiagakan 10 unit, dengan 2 unit di antaranya untuk OMC dan 8 unit untuk water bombing.
Sembilan unit lainnya disiagakan di luar provinsi prioritas, yakni Jawa Timur 2 unit, Lampung 2 unit, Jawa Tengah 2 unit, Jawa Barat 1 unit, Kalimantan Timur 1 unit, dan Papua Selatan 1 unit. Data BNPB mencatat sebagian unit di Jawa Timur, Lampung, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur merupakan reposisi dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Modifikasi Cuaca Masih BerlanjutOperasi modifikasi cuaca (OMC) masih terus dilakukan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Di Kalimantan Tengah, penyemaian dilakukan sebanyak 9 sorti dengan 14.400 kilogram garam. Hujan dilaporkan turun di Kota Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, dan Pulang Pisau.
Di Sumatera Selatan, penyemaian dilakukan sebanyak 5 sorti dengan 8.400 kilogram garam. Hujan turun di sebagian besar wilayah, dengan hujan deras di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin.
Sementara di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, hujan turun tanpa OMC. Di Kalimantan Barat, hujan dilaporkan turun di Kota Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Kota Singkawang, Ketapang, Mempawah, dan Sintang. Di Kalimantan Selatan, hujan turun di 10 wilayah, antara lain Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Tapin, dan Kotabaru.





